Sabtu, 31 Agustus 2013

Merdeka Itu Ada di Sini

Agustus 31, 2013 1 Comments
Tidak akan ada habisnya jika kita membahas tentang kemerdekaan. Karena hakikat kemerdekaan adalah “Kebebasan” dan bagi mereka yang mengaku merdeka hanya mereka yang memang sudah merasa bebas tak terbelenggu. Belenggu? Mungkin jika ditanya pada masyarakat yang jauh di ujung mata dan jauh di ujung telinga, mereka akan mengatakan bahwa belenggu itu adalah kemiskinan yang nyata, mereka akan mengaku belum merdeka karena “perut” mereka terasa terusik. Bagaimana tidak? Itulah kenyataannya.
Dan tidak akan ada habisnya membahas soal koruptor yang melanglang buana di seisi kota, tidak akan pernah ada gunanya! tapi senyum kecil nan riang para bocah pingiran kota adalah kemerdekaan, bagi orangtuanya. Biarlah, pun itu yang seharusnya kita katakan pada mereka. Ambillah, ambil saja semua, jikalau tanah peninggalan nenek buyut kami mampu mengenyangkan perutmu, ambillah, tapi jangan ambil senyum mereka. Senyum bocah-bocah yang mampu menularkan virus riang bagi keletihan ibunya, menularkan semangat juang bagi retaknya tulang punggung ayahnya.

Senin, 12 Agustus 2013

Funland Micky Holiday, Wahana Liburan Penguji Adrenalin

Agustus 12, 2013 1 Comments
2013, ini tahun pertama dimana tidak ada namanya kunjungan keluarga untuk mendatangi saudara-saudara yang tinggal di kota Medan dan sekitarnya, setelah tahun-tahun kemarin hari raya selalu dihabiskan untuk menjelajahi rumah-rumah sanak saudara yang ada di Medan, mau itu saudara lebih tua ataupun saudara lebih muda, prinsipnya yang penting bersilaturrahmi. Berbeda dengan tahun ini, setelah papaku mengalami sakit yang tidak memungkinkan untuk berlalu-lalang keliling Medan, maka diputuskanlah kami hanya bertandang di rumah sendiri menanti tamu-tamu kehormatan.
Boleh dibilang sedih bila mengingat Tunjangan Hari Raya tahun kemarin dengan tahun ini, perbandingannya jauh banget, jangankan 1:10, bahkan lebih rendah dari itu, tidak ada perbandingan malah, tapi Alhamdulillah sudah bisa bertemu dengan idul fitri tahun ini, setidaknya masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan merasakan kemenangan setelah sebulan lalu terkungkung menahan diri, namun bukan berarti apa-apa yang ditahan di bulan lalu itu bisa dilakukan di bulan suci ini, justru setelah bulan Ramadhan berkah telah berlalu, kita harus bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Jumat, 09 Agustus 2013

(Penutupan) Hari-10; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Agustus 09, 2013 1 Comments
Dan inilah hari yang tak diinginkan namun sangat ditunggu-tunggu. 24 Juli 2013, hari dimana aku, Tari dan Dani harus pulang kembali ke Medan dan meninggalkan rutinitas selama di Desa Sukadame.
Pagi sekali usai tidur sebentar lepas shubuh, kami harus membereskan barang-barang kami. Karena pagi itu juga kami akan pergi menuju masjid Nursyakirin untuk mengikuti acara penutupan Safari Ramadhan yang diadakan Ad-Dakwah Sumut. Setelah selesai beres-beres termasuk terlebih dahulu membersekan kamar yang akan kami tinggalkan dan juga membersihkan rumah Karo yang selama sepuluh hari ini menjad itempat kami bernaung.

Kamis, 08 Agustus 2013

Hari-9; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Agustus 08, 2013 1 Comments
Alhamdulillah, sudah sampai di hari ke sembilan selama berada di desa yang kami sebut kampung ramadhan. Kenapa kampung ramadhan? Padahal di desa tersebut mayoritas non-muslim, bahkan muslimnya sangat sedikit sekali. Justru karena itulah, karena dengan minimnya masyarakat muslim di kampung ini, kami bangga menyebutnya kampung ramadhan. Bagaimana tidak, masyarakat di desa ini masih antusias dengan aktifitas-aktifitas yang mencerminkan bulan ramadhan, padahal di sekitar mereka bertebaran warung-warung makan non-muslim, bertebaran godaan-godaan lainnya yang bisa saja menggoda masyarakat muslim yang minim ini untuk meninggalkan kegiatan di bulan ramadhan.
Gelar kampung ramadhan ini juga didasari karena masih terasa sekali jiwa-jiwa muslim yang berpuasa, meski banyak anjing yang menggonggong liar sekali. Bahkan dengan antusiasnya masyarakat di kampung ini, terasa menutupi bahwa di kampung ini adalah minim muslim, bahkan terlihat seperti mayoritas muslim, itu semua karena kesolidaritasan mereka dalam membangun Islam.
Di tanggal 23 juli 2013 ini adalah hari terakhir kami untuk melakukan kegiatan di desa ini, terakhir buka bersama, terakhir sahur dan bahkan terakhir sholat tarawih bersama. Sedih sekali, tapi bagamanapun setiap pertemuan adalah perpisahan dan perpisahan adalah awal dari pertemuan. Dan aku percaya bahwa nanti aku, Tari, Dani dan seluruh keluarga di desa Sukadame akan bertemu lagi, dengan aktifitas yang wow daripada sepuluh hari ini.

Selasa, 06 Agustus 2013

[Resensi] Cerita Hujan; Selalu Ada Cerita di Balik Derasnya Karya Ginanjar Teguh

Agustus 06, 2013 1 Comments
Momen Tak Terlupakan Dikala Hujan Menjelma

Hujan Seperti Apa yang Kau Inginkan?
Judul: Cerita Hujan; Selalu Ada Cerita di Balik Derasnya
Cetakan: I, 2012
Tebal: 120 Halaman
ISBN: 978-602-18405-0-4

Angin ingin memburu, membuat percikan deras hujan itu kini menampar-nampar kaca jendela. Beberapa percikan bahkan merembes masuk membentuk butiran lembut air menembus lapisan kaca yang tebalnya nyaris mendekati satu sentimeter dan membuat pandangan di luar menjadi kabur terkabut hujan. (Hujan, h. 13). Begitulah Ginanjar mendeskripsikan hujan, ketika percikan hujan menyinggahi jendela dan membuatnya buram hingga pemandangan di luar jendela akan terlihat kabur, hal ini merupakan peristiwa alamiah ketika hujan datang. Karena di setiap partikelnya yang jatuh ke bumi selalu ada cerita yang mustahil untuk diabaikan.
Ginanjar Teguh Iman dalam bukunya “Cerita Hujan; Selalu Ada Cerita di Balik Derasnya” bukan hanya sekedar menceritakan betapa hebatnya hujan yang mengguyur bumi, terlebih ia mendeskripsikan secara detail, apa-apa yang terjadi dikala hujan datang dan apa-apa yang terjadi dikala hujan pergi. Dan tidak ada yang paling mengasyikkan selain waktu antara fajar dan pagi, setelah malamnya dipenuhi hujan. Kita tahu itu apa. Laron! (Laron, h. 32). Jadi, kalau tiba-tiba petir menggelegar datang, maka cepat-cepatlah memeluk orang yang kita sayang sebelum hujan membawa ia lari (Takut Hujan, h. 49)

Senin, 05 Agustus 2013

Hari-8; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Agustus 05, 2013 1 Comments
Masih sama seperti sahur kemarin, kesiangan. Banyak faktor yang menyebabkan kesiangan, terlebih kenikmatan Allah memberikn tidur yang sangat nyenyak, dan Allah memberi kesanggupan dan cobaan karena kami adalah muda-mudi yang bisa bertahan dalam menjalankan ibadah puasa meski tidak melakukan ibadah sahur. Tapi insya Allah meskipun sahur lewat, sholat shubuh tidak boleh lewat.
Sebenarnya tidak mengapa bagi kami bila tidak sahur, namun ada rasa tidak enak pada Karo yang menampung kami di rumahnya, bahkan terbesit di dalam kepala rasa mencibir diri sendiri, di rumah orang kok bisa-bisanya kesiaangan. Tapi yam au gimana, toh itupun bukan mau kami. Meski begitu, kami harus tetap semangat menjalankan aktifitas seperti biasa, terlebih hari ini kami akan membantu Karo untuk memanen kunyit miliknya, setelah kemarin menyisihkan daun-daunnya terlebih dahulu.

Minggu, 04 Agustus 2013

Buka Puasa Bersama Exact-V Man 2 Model Medan Tahun 1434 H/2013 M

Agustus 04, 2013 1 Comments

Buka Puasa Bersama Exact-V di Rumah Irma
Lagi, setelah tahun lalu juga mengadakan acara yang sama yaitu buka puasa bersama. Tahun ini, 03 Agustus 2013 kembali diadakan buka puasa bersama yang di rumah si cantik Irma, dan tahun ini setidaknya lebih baik dari tahun lalu karena exacters bertambah, meski hanya beberapa wajah baru, namun meski bertambah wajah baru, ada wajah lama yang berkurang yaitu Qurozi. Rozi tidak bisa hadir karena ia sedang sakit demam berdarah, semoga sakitnya menjadi pelebur dosa-dosa dan semoga cepat sembuh, aammin.
Buka bersama tahun ini hanya dihadiri sebelas orang dari kelas XII IPA-5 stambuk 2010 yang sejak 2009 kami menyebut kelas kami dengan nama Exact-V, terlihat dari namanya pasti terkesan bahwa nama tersebut benarlah wadah segerombolan anak IPA dan huruf V menyatakan angka lima romawi yang melambangkan kelas kami yang ketika itu bertengger di kelas urutan kelima di jurusan IPA, namun sebenarnya nama exact itu merupakan singkatan dari EXpress your ACTion, kalimat itu menggambarkan bahwa anak IPA yang biasa dibanggakan orang bukan hanya sekedar tameng untuk saling membanggakan diri, namun juga harus sebagai media mengespresikan aksi nyata yang membawa pada keadaan yang positif.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Hari-7; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Agustus 03, 2013 1 Comments
Tidak sahur bukanlah alasan untuk tidak melaksanakan puasa, ‘kan? Terlebih tidak pernah ada satu manusia pun di muka bumi ini yang meninggal dunia karena puasa atau bahkan karena tidak sahur. Puasa itu merupakan obat penyembuh bagi orang-orang yang sakit, itu semua karena titik kesehatan manusia sebagian besar ada di bagian perut, jika perut dipuasakan maka insya Allah segala bentuk penyakit yang kita derita pasti akan sembuh.
Banyak faktor yang menyebabkan kita kesiangan sahur, seperti aku, Tari dan Dani, karena bergadang semalam, ditambah suasana malam yang super dingin, Allah memberikan kami kenikmatan tidur yang luar biasa nyenyaknya. Bahkan gonggongan anjing tetangga yang begitu garangnya saja serasa sangat merdu di telinga hingga terdengar seperti nyanyian nina bobok.  Atau bahkan alarm yang sudah dipasang tepat pukul 04.30 WIB pun tak terdengar lagi, padahal kami bertiga sama-sama memasang alarm, sungguh tidur yang menyenangkan. Berhubung Karo memang tidak puasa, makanya beliau juga tidak terbangun. Jadi, semalam apa tujuannya bergadang?

Jumat, 02 Agustus 2013

Hari-6; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Agustus 02, 2013 0 Comments
Memasuki hari ke-6 di 20 Juli 2013 ini banyak berkah yang sudah aku dapatkan, terlebih berkah bertemu teman-teman seperti Tari dan Dani. Meski aku dan Tari sudah empat semester bersama-sama, namun kali inilah kami melewati kegiatan bersama-sama sepuluh hari full, dan berteman baik dengan Dani, calon ustadz masa depan (*ceillaa). Pokoknya kami tim safari yang paling kompak deh.
Siang ini usai menyelesaikan semua kewajiban di rumah, kami berniat mengunjungi tim safari ramadhan yang ada di Sembahe, terlebih ingin merasakan mandi air dingin di Sembahe (maklumlah, belum pernah ke Sembahe). Kami berangkat sekitar pukul 10.00 WIB, kebayang deh ya panasnya pool, sudah lumayan lama menunggu angkutan umum di depan rumah yang memang lewatnya sesekali saja, jadi teringat angkutan umum di rumahku, karena di rumahku juga begitu, maklumlah rumahku juga di pedesaan, tapi sudah modern. Angkutan umumnya saja yang belum modern, dari dulu sampai sekarang hanya memiliki satu jenis angkutan umum, nunggunya harus ekstra sabar. Sama seperti di desa Sukadame ini, malah kami niat naik becak saja, tapi tak kunjung muncul juga tukang becak. Setelah lama menunggu, akhirnya datanglah seorang pria parubaya, mau apa dia?

Rabu, 31 Juli 2013

Hari-5; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Juli 31, 2013 0 Comments

Seperti biasa, seperti hari-hari sebelumnya gonggongan anjing menjadi alarm otomatis setiap sahurnya. Terlihat empat orang anak gadis tetap lelap berbalut kain gendong yang dipinjami karo untuk kami. Pagi itu dingin sekali, rasa-rasanya tidak ingin lepas dari dekapan kain gendong tersebut. Serasa ingin selalu mendekapnya. Tak perduli anjing bergonggong garang sekalipun, namun sahur tetaplah harus dijalankan meski dengan lauk jengkol sekalipun. Jengkol? Benarkah?
Terdengar suara televisi menyala, akhirnya kami berempat pun terbangun tanpa menghiraukan gonggongan anjing yang sebenarnya sudah membuat telinga kami kebal dan terbiasa. Terlihat Mak Kesha tengah menonton tv, ternyata tadi malam ban sepeda motornya bocor hingga tidak memungkinkan dia untuk kembali ke rumah dan mencari tambal ban pada malam hari dan mengharuskan dia untuk menginap mala mini dan sahur bersama kami.

Selasa, 30 Juli 2013

Anni(LO)VErsarry on 29 July with My Bee ^^

Juli 30, 2013 0 Comments
Hasil buah tangan Yusuf Gunawan ni ^^
Tidak terasa, sepertinya baru kemarin aku mengabadikan peristiwa penting 29 Juli di dalam buku The Moment terbitan FastWord Publishing. Dan hari ini aku berkewajiban lagi mengabadikannya dalam Dumay (Dunia Maya). Jika peristiwa tahun lalu aku ungkapkan dalam bentuk cerpen, kali ini aku mau ungkapkan dalam bentuk curhatan liar, *huhu. Meski sebenarnya bukan genre-ku sih. Aku lebih suka menulis romantis, apalagi kisah manis seperti hari ini.
Dan masih sama seperti paragraf awal tulisanku di tulisan The Moment, bahwa selalu ada ricuh sebelum ada damai. Dan terjadi lagi, hal-hal kecil yang selalu dibesar-besarkan, hanya karena ada teman pria mengirim pesan padaku, padahal hanya sekedar curhat. Cemburu liar yang membuatku gerah, secara aku ini kan baik hati, selalu menjadi pendengar yang baik bagi teman-temanku, Yuuuhuu. Karena puasa, yaah sabar-sabar deh nunggu bedug aja marah-marahnya (padahal sudah marah luar biasa kemarin itu) dan kira-kira seperti itulah pertengkaran kecilnya, tidak usah dilanjutkan deh, sayang banget pria sebaik Yusuf Gunawan aku sesumbar di dumay.

Senin, 29 Juli 2013

Hari-4; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Juli 29, 2013 0 Comments
Memasuki hari ke empat di kampung ramadhan, semoga semakin banyak berkah yang kita dapatkan. Aamiin. Setelah semalaman tidur di masjid dengan dingin yang super menggigil, karena tidur hanyal beralaskan tikar, pun suasana tengah hujan deras, dan kemungkinan masuk angin sangat besar, sudah kuduga. Dampaknya terasa ketika aku bangun dari tidur pagiku usai sahur dan sholat shubuh. Ditambah lagi darah rendahku tidak ingin berkompromi denganku kala itu, jadi rindu sama mama. Rindu dimarahin.
Seperti tidak ingin melakukan kegiatan apapun, kepala mulai pusing, dan mataku mulai berkunang, entah memang benar ada kunang-kunang siang itu, yang pasti aku tidak bersemangat untuk beraktifitas apapun. Tap tentunya masih ada pangeran kitik Sukadame (kitik = kecil). Si Hamzah selalu bisa membuatku tersenyum, marah, dan juga tertawa. Terlebih aku sangat penyuka anak-anak kecil, Hamzah dan kakaknya si Nunun berhasil mengisi hari-hari kami begitu cerahnya, setiap hari berasa punya adik kandung sendiri, setiap pagi ibunya mengantarnya ke rumah Karo tempat kami tinggal. Dari kami membuka mata hingga mata terpejam kembali, Hamzah dan Nunun selalu hadir menemani hari-hari kami, sihiiiyy seperti belahan jiwa aja ah.

Minggu, 28 Juli 2013

Hari-3; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Juli 28, 2013 0 Comments
Alarm berdering nyaring tepat di samping telingaku, padahal sebenarnya tidak pun menggunakan alarm handphone, suara gonggongan anjing di sebelah rumah sudah cukup menjadi alarm yang pas untuk membangunkan semua rumah satu kampung. Dengan suasana malam yang dingin dikarenakan domisili Sukadame yang berada di atas gunung, kami bangun dengan bulu kuduk yang merindik, selain karena mendengar gonggongan anjing yang saling bersahutan, juga karena angin yang berhembus tanpa toleransi kehangatan sedikitpun.
Hanya kami bertiga yang melaksanakan sahur, Karo tidak ikut karena beliau sudah tidak sanggup untuk berpuasa karena umur yang sudah tua. Kami sengaja bangun sepupuh menit sebelum imsak. Karena sahur yang terlalu cepat bisa menyebabkan kami akan tidur kembali dan bisa saja sholat shubuh jadi terlewat karena ketiduran, itu pun juga sudah menjadi sunah rasul, bahwa memperlama sahur itu lebih baik.

Hari-2; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Juli 28, 2013 0 Comments
Fajar yang menyingsing membawa para tim safari ramadhan di hari-2. Setelah tadarus bersama selepas shubuh, diikuti dengan tradisi lama yang tak pudar oleh masa, yaitu tidur kembali. Sudah kodradnya manusia, kalau tidak ada kerjaan selepas tadarus, ya apalgi mau dikerjain selain tidur. Tadarus usai pada pukul 06.30 WIB, setelah itu tidak ada manusia pun yang berdar di dalam masjid Nur Syakirin, semuanya melanjutkan tidur yang tertunda, termasuk aku. Meski pepatah mengatakan bahwa tidak boleh tidur selepas shubuh, karena akan ditakutkan rezeki akan dipatuk ayam, tapi kami tetap saja tidur, zzzZzZZz
Setelah beberapa jam terbawa dalam dunia mimpi, yang ketika bangun menyebabkan pusing kepala. Ya, tidur lepas shubuh itu akan menyebabkan pusing kepala, entah sebabnya. Kami pun bergegas mandi untuk meluncur ke desa yang akan menjadi tempat kami berdakwah selama Sembilan hari ke depan. Sudah ada Ramadhani yang menunggu sendiri di sana, kebetulan kemarin dia mengirimkan pesan pada kak Faiz untuk dikirimkan beberapa tim untuk menemaninya. Hehe, ternyata pria itu juga tidak betah sendirian di kampung orang.

Jumat, 26 Juli 2013

Hari-1; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Juli 26, 2013 0 Comments
2013 Masehi, 1434 H. Ini tahun pertama aku memberanikan diri menjadi musafir yang hijrah untuk seutas berkah dan ridho dari Illahi. Setelah tahun lalu aku tak mendapat izin dari mamaku untuk tidur di rumah orang, dengan alasan yang sangat klasik sekali, yang sejujurnya malu untuk aku ungkapkan jika teman-temanku menanyakan alasanku untuk tidak ikut Safari Ramadhan tahun lalu. “Tidur di rumah orang itu bahaya loh Nak, ntar pasti banyak nyamuk. Apalagi Nesya kan punya alergi kulit, kalau di desa gitu pasti mandinya di sungai ‘kan.” Dan blablabla.. karena memang kebetulan tahun lalu aku lagi sakit, jadi tidak diizinkan untuk ikut. Begitulah seorang ibu, ada saja alasan untuk melindungi buah hatinya, meski sang anak sudah hampir kepala dua.
Tahun ini aku berangkat bersama rombongan para jurnalis kampus dari Lembaga Pers Mahasiswa Dinamika IAIN Sumatera Utara. Karena masih bernaung di bawah atap organisasiku inilah, aku mendapat izin dari mamaku. Awalnya banyak dari kru pers yang berminat untuk ikut, bahkan hampir 50 kru, namun dengan berbagai alasan, banyak yang berguguran, kemauanku hampir ciut, namun kuperbaiki lagi niatku untuk ikut safari ramadhan yang merupakan program kerja Ad-Dakwah Sumut ini, aku niat karena Allah ta’ala, bukan karena ikut-ikutan, atau karena sekedar cari pengalaman. Apalagi mendengar pernyataan Pemimpin Umum Lembaga Pers Mahasiswa Dinamika IAIN Sumatera Utara yang sudah terlebih dahulu terjun menjadi tim safari ramadhan tetap di Ad-Dakwah yaitu Siti Nur Jannah Tbn, bahwa banyak di daerah terpencil yang membutuhkan ilmu kita, bahkan mereka banyak yang belum mengenal Rasulullah SAW, miris sekali. Bukan hanya diikuti oleh mahasiswa IAIN SU khususnya organisasiku, namun juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di IAIN SU, UMSU dan juga UISU.

Kamis, 11 Juli 2013

Rucuh; Minuman Sehat Kaya akan Serat

Juli 11, 2013 2 Comments
Oleh: Rezita Agnesia Siregar
Alhamdulillah, akhirnya ketemua juga dengan 1 Ramadhan 1434 H, puji syukur pada Allah SWT. Mengawali hari di bulan puasa ini, saya atas nama pribadi Rezita Agnesia Siregar, memohon maaf kepada seluruh pengunjung blog saya, semoga segala amal kita diterima dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi aamiin.
Di hari pertama di bulan penuh berkah ini, saya akan berbagi menu berbuka puasa, dengan bahan dasar Kuini, buah yang kaya vitamin C dan dengan harumnya yang semerbak, siapa yang tidak tergoda dengannya. Tentunya sebelum menyantap makan-makanan yang berat, ada baiknya menyeduh minuman yang kaya akan serat, seperti Rucuh. Saya juga tidak menahu kenapa nama minuman lezat ini diberi nama Rucuh, yang pasti minuman ini sedikit banyaknya bisa mengganjal perut sebelum melaksanakan sholat maghrib.
Bahan dasarnya adalah:
  • Kuini beberapa buah (sesuai selera)
  • Semangka
  • Cabe merah
  • Santan
  • Gula dan garam
Prosedurnya:

Senin, 08 Juli 2013

Hari Ini Setahun Yang Lalu

Juli 08, 2013 6 Comments
Oleh: Rezita Agnesia Siregar
7 Juli, aku teringat kejadian setahun yang lalu, ketika masih tersambar senyummu dari bias gulita, tersayup nadamu dari gelombang-gelombang merdu sang angin. Ketika itu terdengar bisikan yang membuatku tak henti menyungging senyum, ah kau manis sekali. Kata-katamu itu, membuatku tidak ingin menutup telfon itu, rasa-rasanya aku tidak tengah berada di malam gulita ketika semua nafas sedang terengah dalam balutan mimpi. Aku, merindu nada itu.
19.00 WIB, suara-suara itu di mulai di detik ini, hingga akhir yang tak ditentukan, jikalau mata tak meraung untuk terpejam, mungkin saja suara kita masih saja beradu, nada-nada riang itu bisa saja tak henti mengusir nyamuk-nyamuk nakal yang berkeliaran di sudut telinga. Sedang apa kau detik ini, adakah kau mengingatku, atau setidaknya adakah kau mengingat kejadian di hari ini?

Minggu, 07 Juli 2013

Sepasang Senja

Juli 07, 2013 0 Comments
Senja memerah bertabur rinai gerimis di beranda gubuk kecil sepasang senja. Menyeduh teh hangat dengan sepotong perbincangan nikmat.
“Seruputmu terdengar berbeda, aku tahu teh itu tak semanis yang kau inginkan, maafkan kekuranganku”

“Sejauh tarikan nafaku di 63 tahun ini, aku tetap menganggap itu kelebihanmu, aku tidak ingin merubah apa adanya dirimu. Karena yang aku cinta adalah zat mu, bukan kelebihan atau kekurangamu, Sayang.”

Kamis, 04 Juli 2013

Mimpi Besar untuk Ayah

Juli 04, 2013 0 Comments
Oleh: Rezita Agnesia Siregar
Bismillah, setiap kali mengingat impianku atau mundur jauh ke belakang soal cita-cita masa kecilku, aku selalu ingat Ayahku. Pria renta ini terlalu dicintai oleh tuhannya, hingga mengharuskan dia mengidap sakit seumur hidup. Karena aku tahu, dimana ada penyakit, disitulah segala dosa akan berguguran, Allah sayang pada ayahku, Dia tidak ingin ayahku banyak dosa, hingga Dia menitipkan sakit itu di tubuh ayahku, itulah nasihat-nasihat saudaraku kala itu. Ketika itu, aku masih mengenakan pakai putih merah pada masaku, aku selalu ingin ikut kemanapun ayahku pergi, termasuk pergi ke rumah sakit.
Ayah selalu bilang padaku bahwa secepatnya ia akan sembuh, tapi sampai detik ini, sampai aku tak mengenakan seragam sekolah lagi, ayah masih saja mengidap sakit itu, bahkan kulihat semakin parah. Dokter-dokter yang memeriksa ayahku itu sudah berusaha untuk menetralisir penyakit ayahku agar tidak sampai menyebar ke sakit yang lain, agar tidak terjadi komplikasi, nyatanya ketakutan itu malah terjadi.

Tips Move On dari Mantan

Juli 04, 2013 5 Comments
Oleh: Rezita Agnesia Siregar

Galauers mengatakan bahwa mantan adalah tulang rusuk orang lain yang habis masa peminjamannya, atau juga bisa dibilang tulang rusuk yang tertukar.  Padahal, entah berapa banyak janji-janji yang diumbar-umbar untuk hidup bersama selamanya, namun nyatanya suatu hubungan tidak lepas dari suatu pengkhianatan atau bahkan virus-virus kebosanan. Alhasil timbullah kata MANTAN, di ranah percintaan yang sangat tragis.
Tak sedikit dari para remaja atau bahkan orang dewasa yang mengaku sangat membenci mantan yang dulu sangat dicintainya, itu salah satu akibat sakit yang teramat dalam. Hingga beribu cara dicari untuk melupakan mantan, namun tak juga bisa dilakukan karena kenangan-kenangan yang tak bisa terlupakan. Hingga akhirnya lagu-lagu galau menjadi alternatif terakhir untuk mencocok-cocokkan kisah percintaannya, padahal persenan kisah percintaannya hanya sebagian kecil yang sama seperti lagu galau yang tengah di dengarnya.
Bukan mudah memang untuk melupakan mantan, atau dengan cepat pindah ke lain hati, tapi setidaknya kita harus berusaha untuk menyingkirkan mantan-mantan yang tengah menyampah di lubuk hati yang terdalam itu. Banyak sekali caranya, diantaranya adalah:

Selamat Tidur, SAYANG

Juli 04, 2013 1 Comments
Oleh: Rezita Agnesia Siregar

Selamat malam cinta, kau ingat ini hari keberapa sejak kita mulai membina? Aku fikir kau tak mempermasalahkan itu lagi. Ya, kau terlalu fokus dengan semua masalah-masalahmu itu, tanpa kau tau aku juga punya beribu masalah dengan satu judul saja, KAMU. Aku sudah berusaha untuk menjadi dirimu, meniru sifatmu itu, yang tidak punya kemauan untuk menahu tentang aku, yang kau katakan adalah duniamu. Belakangan ini, mataku sembab.
Aku memang sudah melupakan Hujan Inspirasiku kemarin, kuletakkan itu di dirimu, tapi kau juga tak peka. Aku tahu, aku tidak boleh menuntut banyak padamu, aku siapa? Baiklah, aku mencoba diam. Tapi perempuan itu butuh kepastian Sayang, aku sudah menurutimu untuk memberimu penerimaan, lalu apakah kepastian untukku hanya sebatas angin berlalu? Aku tak tahan.

Rabu, 03 Juli 2013

Rinai Hujan yang Pecah

Juli 03, 2013 1 Comments
Oleh: Rezita Agnesia Siregar

Patah gigihku mempertahankan rasa
Berjarak tatap, hati pun entah
Sepenggal langkah teraih
Berlari lirih tersapu buih
Terhitung centi-centi aromamu dari sini
Ulur tangan terasa panjang tak berujung
Dekatmu, jauh

Hujan masih saja tertawa
Tersenyum sinis memperhatikanku
Gemerciknya menyentil-nyentil emosiku
Bukan teduh, semakin panas
Memperhatikanmu


Kamis, 27 Juni 2013

Cinta Juga Bisa Kadaluarsa; Delapan Belas Hari

Juni 27, 2013 1 Comments
Sastra, kau agungkan itu dalam igauanmu menarik ulur separuh bilik dalam rongga dadaku. Bodoh, terlalu iba atau terlalu terbuka? Asaku membuka hari, setelah sekian lama hari-hari kututup rapat tanpa celah, cahaya juga rongga. Indahmu itu terlalu naïf untuk kutepiskan dalam tiap-tiap nada yang aku lontarkan. Sastra itu, alasanmu menitipkan rasa dalam ronggaku, rongga tak bercelah bernama hati. Hati tak bernama, terkatup dalam merah muda. Ah, sastra. Alasan klasik.
Bukan mudah untuk menyemainya lagi, hariku sudah terbiasa untuk mengkerutkan kening, menahan larikan bibir untuk menyungging senyum. Aku sudah terbiasa mendapat sebutan perempuan “Jutek”, itu memang aku, meski terkadang aku harus menjadi palsu di depanmu, untuk terlihat ramah, manis, anggun, cakep, entah lagi. Kurasa anggunku sudah terbawa pergi olehnya, cinta gila itu. Namun kurasa juga, aku menemukannya lagi dalam sosokmu, yang kudapati jauh sejauh-jauhnya dari pribadi “Dia”. Agaknya anggunku datang lagi, kukira tidak akan lama.

Senin, 27 Mei 2013

Buku Antologiku Ke-18 : Lelakiku, di Antara Hujan & Kenangan

Mei 27, 2013 0 Comments
Judul          : Lelakiku, di Antara Hujan & Kenangan; 
Berisi         : 31 cerpen romantik 
Penulis       : Para Penulis Grup PEDAS–Penulis dan Sastra; (Rezita Agnesia Siregar, Hazuki Auryn, Fris   
                   Casanty, Hany Chorinita, Sian Hwa, Elisa Koraag, Veronica B Vonny dkk)
Penyunting  : Veronica B. Vonny.
Penerbit     : Indie Publishing, 2013; 
Halaman    : viii + 260 hlm; 
Ukuran      : 14 x 21 cm
Harga        : Rp. 52.000. untuk umum (Belum ongkir)

Pemesanan inbox ke Rezita Agnesia Siregar


Buku Antologiku Ke-16 : Dunia Jerawat

Mei 27, 2013 0 Comments
Judul               : Dunia Jerawat
Pengarang       : Radindra Rahman, Rezita Agnesia Siregar, dkk
Ukuran            : 14 x 20 cm
Tebal               : v + 137 hlm
Harga              : 38.000

Sinopsis :
“Sebal! BeTe! Gak PeDe!” Ya, siapa sih yang gak sebal kalau makhluk merah jambuyang bernama JERAWAT menghiasi wajah? Pasti nge-BeTe-in banget. Apalagi pas momen-momen penting, seperti nge-date sama si doi. Uh, bisa gagal total tuh! So, butuh usaha ‘kan buat nge-berantas jerawat? Dari mulai nyoba-nyoba bermacam produk kecantikan, minum jamu, ngelakuin tips-tips superjitu, sampai berobat ke dokter. Nah, uneg-uneg seputar jerawat, semuanya tersajikan dalam buku ini. Tak hanya supergokil, tapi juga bikin mewek-mewek nih kisah-kisah di dalamnya. Seperti apa sih teror Si Jerawat yang nyebalin itu? Yuk, cari tahu selengkapnya di buku “Dunia Jerawat”!

Minggu, 26 Mei 2013

Buku Antologiku Ke-11 : Surat Untuk Indonesia

Mei 26, 2013 0 Comments

Judul               : Surat untuk Indonesia
Pengarang       : Anung D’ Lizta, Rezita Agnesia Siregar, dkk
Ukuran                        : 13 x 19 cm
Tebal               : vii + 125 hlm
Harga              : 37.000

Sinopsis :
Jika aku diberikan kesempatan yang lebih baik lagi—ingin rasanya aku berdiri di de-pan Presiden dengan tatapan halusku. Aku ingin bercerita bukan mendongeng, tentang semua harapan baik untuk negeri ini. Agar kita bisa merenung sejenak. Bahkan bila perlu; menangis. Tapi ada jeda yang menghalangi—karena aku hanya rakyat biasa tanpa pangkat yang oleh orang-orangmu kerap dizalami.

Buku Antologiku Ke-10 : Boneka Setan

Mei 26, 2013 0 Comments

Boneka Setan
--Cirebon : Goresan Pena Publishing, --2013---
iv + 108 hlm. ; 13 x 19 cm

Copyright © 2013 by Ariny NH And Friend’s
Penulis : Ariny NH, Rezita Agnesia Siregar and Friend’s
Editor : Ariny NH
Setting dan Layout : Ariny NH
Desain Sampul : Joe Sampson
ISBN : 978-927-7748-91-4
Cetakan Pertama, Maret 2013
Harga : 32.000
Pemesanan Inbox ke Rezita Agnesia Siregar

Buku Antologiku Ke-9 : Misteri Angka 13 #1

Mei 26, 2013 0 Comments

Misteri Angka 13 #1
"Kuatkan hati untuk menguaknya...."

Genre              : Antologi cerpen misteri
Penulis             : Boneka Lilin et Boliners
Editor              : Boneka Lilin
Layout             : Boneka Lilin
Design Cover  : Ary Hansamu Harfeey
Penerbit           : Harfeey
Tebal               : 150 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga              : Rp38.000,- (Harga kontributor Rp32.000,- setiap pembelian bukunya)

SINOPSIS
13. Sekadar gabungan dari dua angka berbeda yang terdiri dari 1 dan 3, atau terdapat berbagai mitos serta misteri yang menyertai di dalamnya? Bisa tidak, namun iya bagi Si Triskaidekaphobia.
Ada apa dengan 13? Hingga 80% bangunan tinggi tidak berani melibatkan angka misteri itu untuk dijadikan tingkatannya, dan seorang anak yang lahir pada hari Jumat tanggal 13 dipercayai akan tertimpa kemalangan di sepanjang hidup, bahkan di jalanan Florence Italia rumah di antara nomor 12 dan 14 disebut rumah nomor 12 setengah.

Seberapa istimewanya misteri angka 13 di mata para Triskaidekaphobia fiktif dalam buku ini? Mari menguak mitos dan misterinya bersama....

Buku Antologiku Ke-8 : Secret Admirer #6

Mei 26, 2013 0 Comments

SECRET ADMIRER #6
-Cinta dalam Diam-

Genre              : Antologi cerpen remaja
Penulis             : Boneka Lilin, Rezita Agnesia Siregar, et Boliners
Editor              : Boneka Lilin
Layout             : Boneka Lilin
Design Cover  : Ary Hansamu Harfeey
Penerbit           : Harfeey
Tebal               : 155 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga Buku     : Rp 39.000,-

SINOPSIS
Aku tersenyum untuk senyummu, yang meski itu bukan kamu tujukan untukku. Aku menikmatimu dalam zona nyamanku, yang walau terkadang tak mampu ku gambarkan seberapa perihnya saat belati kesiaan itu melukaiku.

Buku Antologiku Ke-7 : Choco-Love "The stories of chocolate"

Mei 26, 2013 0 Comments

Judul               : Choco-Love "The stories of chocolate"
Penulis             : Rere Z, Achmad A. Arifin, Rezita Agnesia Siregar, dkk
Penulis tamu    : Endang SSN Dan Avet Batang Parana
Editor              : Risty Arvel 
Desainer cover: Avet Batang Parana 
Layouter          : Meta Creative Design
ISBN               : 978-602-17600-0-0
Hal                  : ix + 213 Hal 
Harga              : Rp 45.000 + Ongkir 

Back cover:
Membaca buku “Choco-Love” serasa sedang menikmati sebatang coklat dengan aneka rasa yang tak pernah berhenti memuaskan selera. Ceritanya ringan dan crunchy, penuh kejutan , dan tentu saja romantis. Coba saja baca paragraf pertama pada setiap kisah yang tersaji unik. Anda akan merasakan lelehan coklat yang manis. Rasa lelah lumer bersama lezatnya tutur kata yang membuat Anda akan melahapnya hingga tandas. Coklat ibarat cinta. Saat kita menikmatinya, saat itu pula kita tengah meredup cinta dalam bulir rasa yang beraneka. Hemh… ada tidak ya kisah-kisah yang lebih indah daripada buku ini?
(Kamiluddin Azis, Novelis “Kau Bisa Mencintaiku”)

Buku Antologiku Ke-6 : Nuansa Es Campur

Mei 26, 2013 0 Comments

Judul               : Nuansa Es Campur
Pengarang       : Hady Kristian, Rezita Agnesia Siregar, dkk
Ukuran                        : 14 x 20 cm
Tebal               : vii + 125 hlm
Harga              : 37.000

Sinopsis :

Ada banyak sekali rahasia Tuhan yang tidak kita ketahui. Terkadang, yang kita anggap musibah dan membuat kita kesal adalah pertanda dari Tuhan untuk member kebaikan dalam hidup kita. Tuhan punya cara tersendiri untuk memperingatkan kita.

Buku Antologiku Ke-5 : I, We & They Semua Bisa Jadi Pahlawan

Mei 26, 2013 0 Comments

Judul                            : I, WE & THEY Semua Bisa Jadi Pahlawan Part 1-3
Penulis                         : Hafah Binkaa, Rezita Agnesia Siregar and Friend’s
Editor                          : Hafah Binkaa
Setting dan Layout       : Goresan Pena Publishing
Desain Sampul             : Hani Fatur Rohmah
Harga                          : 31.000
--Cirebon : Goresan Pena Publishing, 2013 Copyright © 2012 by Hafah Binkaa and Friend’s


Pemesanan Inbox ke Rezita Agnesia Siregar

Jumat, 24 Mei 2013

Buku Antologiku Ke-4 : First Love Stories

Mei 24, 2013 0 Comments

Judul                           : First Love Stories season 2
Penulis                         : Lavira Hadi Cahya, Rezita Agnesia Siregar, dkk
Editor                          : Lavira Hadi Cahya.
Setting dan Layout     : Goresan Pena Publishing.
Desain Cover              : Yulianto Wibowo.
ISBN                           : 978-927-6624-08-6.
Harga                          : 40.000 (belum ongkir)
Kontributor:
Rezita Agnesia Siregar - Gemintang Halimatussa’diah - Rinai Bening Kasih - Rezita Agnesia Siregar - Leni Sundari - Askar Marlindo - Fhirzy Fatmalia - Reshi Gowo - Adinda Iik Zakiah - Fitria Osin - Fitria Desi Shinta - Arinda Shafa - Amaniyya Al Asr – Chastfa - Nurdian Dhee - Ami ChipoChipo - Ai Nur’aisah - Fatimah.

Pemesanan inbox ke Rezita Agnesia Siregar

Buku Antologiku Ke-3 : Akhirnya Tulisanku Terbit Juga

Mei 24, 2013 0 Comments

Akhirnya Tulisanku Terbit juga....

buku ini terdiri dari 6 series,,,,
Buku #1
Aku Bisa! : Chastfa
Hikmah dari Catatan Perjalanan : Amaniyya Al Asr
Bonus Cowok Cakep : Fitria Desi Shinta
Bunda, Aku Lolos! : Naelil
Catatan Juangku : Anung D’Lizta
Hitam Namaku Dara Ugi’ : Munjiyah Dirga Ghazali
Suatu Hari di Bulan September : Akdesia Oidiana Pangaribuan
Akhirnya Terbit Juga : Ria Hidayah
Yang Pertama Kalinya : Wita Rosmalia
Impianku Menjadi Penulis dan Pengusaha Sukses : Askar Marlindo
Jawaban Penantian : Rita Damayanti Sipayung
Kisah di Balik “Purnama di Malam Buta” : Anisa Wijayanti
Kisah Oktober Ceria, Tulisanku Terbit juga : Riska Irene Simatupang
Malaikat Putih #1 : Asmaul Husnah
Malaikat Putih #2 : Asmaul Husnah
Mendikte Hati Tuhan : Muhammad Furqon Az
Mimpi Yang Jadi Kenyataan : Achmad A. Arifin


Buku #2
Bahagianya Tulisanku Terbit : Wahyu Ekasari Nugraheni
Dipaksa Membuat Tak Percaya : HF Inna
Dunia Kata : Dedi Ashari
Buku Pertamaku, Motivatorku : Luluk Kristianingsih
Percikan Pelangi : Hilda Amanda Putri
Olala...Olili... : Tomy M Saragih
Timbul Tenggelam : Vita Ayu Kusuma Dewi
Siap Terbit : Syifaul Falasifah
Menulis Itu Sesuatu : Ica Alifah
Three in One : Anggita Nurindah Kusuma
Mimpiku Ada Dalam Genggamanku : Nuraeni
My First Book : Wahda Khadija Salsabiila
Penghargaan pertamaku : Hasan Ar-Rezky
Semua Memang Akan Indah Pada Waktunya : Aswary Agansya
The Hard 1st Short Story : Hannan Izzaturrofa
Buncah Bungah Sabtu Sore : Neli Rosdiana


Buku #3
Kisahmu dalam Novelku : Yuni Retnowati
Mati untuk ke-sekian kali : Eka Desyi Ernawati
Mendadak Artis : Puri Parwati 
Merangkak Untuk Menuju Puncak : Toffa Giez
Pertama Untukku : Ruspeni Daesusi
Arti Menulis : Ratna Eka Sari
Sik, Asyiiik.... : Nai Azura 
Tuhan, Ini Proposal Hidupku : Ulil Asmi
Wrong Choice : Lina Nurdiana 
Benar-Benar Harus Berbahagia : Nanaz Nazrul
Bukuku, Buah Hatiku : Azri Zakkiyah
Cita-citaku Menjadi Penulis : Siti Nurjannah

Buku #4
Jatuh Sekali, Bangkitlah Berkali-Kali : Andalusiana Cordoba
Aku Ingin, Aku Mau Maka Aku Mampu : Desty Dasril
Bunda, Aku Lolos! : Naelil
Cermin Hati Yang Memilih : Dara Eka Distira
Go Nulis ! : Maswha Faizah
Pagi Berkabut dan Segurat Cahaya di Kaki Langit : Sepri Ayu Flow.
Hadiah Menjadi Motivasiku : Feni Dwi Maslin 
Ketika Tulisanku Terbit : Rezita Agnesia Siregar
“Nomor 29!” : Dian Agustin
Bulan Ramadhan 2011, Tonggak Aku Menulis Lagi : Adhita Prawatyo
If You Can Dream It, You Can Do It : Nur Azizah Rizki A.
Cinta Orang Tua Kepada Anaknya : Lian Hadinata
Nekat Menembus Kerumitan : Asih Putri Utami
Sebait Pena Liar : Anzil Laila
Sedekah Tulisan Membawa Berkah : Nyi Penengah D
Selaksa Mimpi Si Penulis Unyu : Bondan Al-Bakasiy


Buku #5
UKM FDI Pintu Gerbang Penyair dan Penulis Dunia : Sandi Iswahyudi
"Kenangan, Cinta, dan Warnet Berdebu" : Ken Hanggara
Air Mata Ibu : Rahmat Akbar
Antologi Pertama : Chinglai Li
Awalnya Coba-Coba, Eh Tulisanku Langsung Dimuat! :Hanna Kristina
Mawar Terakhir Untuk Friska : Caka. A. A
Sebuah Bonus Pemicu Semangat : Nathalia Diana Pitaloka
Tanpa Beban Dan Penuh Cinta : Wahyu Widyaningrum
Berkatalah yang baik atau diam : Eka Desyi Ernawati
Gadis Kecil di Perempatan Jalan : Eka Desyi Ernawati
Goresan Tinta Berjuta Makna : Sis Ariyanti
I’m Proud Tobe A Writer : Trance Taranokanai
Lika Liku Menulis : Al Khanza Demolisher
Kau Selalu Tersenyum : Heris Gentur
Keimananku : Heris Gentur


Buku #6
Awalnya Aku Malu : Arinda Shafa
Di Ujung Kegagalan : Vina V Katerwilson
Menulis Untuk Mendapatkan Uang : Ikhrina Syaf’Aini
Senangnya Dibukukan Juga : Rahel Simbolon
Tanda Tangan Pertama : Zubeir el-Awwabi
Tentang Bunda : D'perindu Queen
Sebait Doa Ibu Untuk Buah Hatinya : Indah Dwi Astuti
Dan Mataharipun Terbit : Merice Syahidah
Setitik Do’a di Ujung Pena : Evy Novyanti
Terus Buku-kan Idemu : Nenny Makmun
Hangatnya Seangkir Perjuangan : Sulaiman Rambe Tampan


Pemesanan inbox ke Rezita Agnesia Siregar

Buku Antologiku Ke-2 : The Formula of Charity 1 : 1 = 11

Mei 24, 2013 0 Comments


Judul               : The Formula of Charity 1 : 1 = 11 -Dia memberi 10, saat aku berbagi 1-
Genre              : Kumpulan FTS inspiratif tentang beramal
Penulis             : Boneka Lilin, Rezita Agnesia Siregar, et Boliners
Editor              : Boneka Lilin
Design Cover  : Ary Hansamu Harfeey
Penerbit           : Harfeey
ISBN               : 978-602-18917-9-7
Tebal               : 166 Hlm; 14,8 x 21 cm (A5)
Harga              : Rp 40.000,- (Untuk seluruh penulis kontributor, diskon 15% setiap pembelian buknya)

SINOPSIS
Tidak pernah ada dalam sejarahnya orang menjadi miskin karena beramal. Dengan beramal, justru Tuhan akan semakin melipatgandakan rizky setelah proses "pencucian" harta tersebut.

Satu hal yang perlu dijadikan prinsip, "Jangan menunggu kaya untuk beramal, tapi beramallah niscaya kamu menjadi kaya."

51 kisah nyata penuh hikmah terangkum tentang keajaiban dari rumus beramal. Di mana ketika kita berbagi 1, maka Tuhan akan memberi 10.

***
Penulis Kontributor :
Boneka Lilin, Chinglai Li, Ardinal, Silviani Yunistia, Suci Fitriyanti Nur Amandasari, Elrifa Wiwid, Muhammad, Nelly Nezza, Neli Rosdiana, Zahara Putri, Al Khanza Demolisher, Sofiyah Fu’adah, Mardiana Susanti, Mohamad Misbah, Hady Kristian, Nurdian Dhee Muttaqin, Sri Juli Astuti, Yeyen Septia Anggraini, Anisa Wijayanti, Rezita Agnesia Siregar, Cici N. Nandi, Putri An-Nissa Nailhatul Izzah, May Valentine, Meliana Levina Prasetyo, Anzil Laila, Wisandria Notisa, Kania Poetry, Wahda Khadija Salsabiila, Nai Azura, Ratna Eka Sari, Rin Agustia Nur Maulida, Indah Permatasari, Yussy Dian Pramita, Tomy M. Saragih, Ghiyatsableng, Yanita Widjayanti, Askar Marlindo, Murni Oktarina, Nenny Makmun, Abdushabur Rasyid Ridha, Rizki Alawiya, Wahyu Widyaningrum, Andik Chefasa, eLKa Nisa Mahdi, Leni Sundari, Lateeva Martufemi, Vita Ayu Kusuma Dewi, Nai Saras, Heru Patria, Yuni Ayu Amida, Yuni Retnowati.


Pemesanan inbox ke Rezita Agnesia Siregar

Buku Antologiku Ke-1 : Permata Kasih

Mei 24, 2013 0 Comments

Judul : Permata Kasih
Penulis : Yuphe Himura, Rezita Agnesia Siregar, dkk
Tebal : xii + 148 hlm
ISBN : 978-979-96590-3-3
Harga : Rp. 35.000,-
Bersyukur aku dilahirkan dari rahim perempuan terhebat yang ku punya. Ia begitu anggun, cantik, dan bijak. Menurutku Ia adalah perempuan yang paling sempurna di antara perempuan-perempuan yang ada
Aku rindu akan wajahmu yang syahdu,
senyum, tawa bahkan diammu pun kumerindu
tak bisa kupungkiri, aku rindu semua tentangmu . . .

Dalam hening mendekap hangat
Hangat akan kasih sayangmu
Walau raga tak bertemu tapi cinta kan menyatu
Dalam rindu yang selalu menggebu

Ketika wangi dunia mulai kucium
Di kala tangisan pertamaku menyapa realita
Dan disaat celoteh manjaku menyeru kepada para malaikat
Saat itulah lengan perkasa seorang wanita selalu melindungiku

Wajah tersenyum
Lelah tapi tak henti
Pemesanan inbox ke Rezita Agnesia Siregar

Menujumu

Mei 24, 2013 0 Comments

Oleh: Rezita Agnesia Siregar

Udara berhembus bergaduhan
Menerbangkan puing-puing masa laluku
Daun-daun seakan memperhatikan renungku
Diam dan menari bersama udara

Semilirnya berdendang sayup
Menyentil-nyentil bait namamu di telingaku
Teingat lagi raut wajahmu yang lalu melempar senyum
Berbisik syahdu tepat di sisi telingaku            
Saat udara ini menyebut lirih tentangmu

Aku ingat saat udara membawamu bersamaku
Duduk disini saling melempar senyum berpadu malu
Saling menahan jantung berpadu riang

Udara selalu bisa menyentuhmu kapanpun dia mau
Aku cemburu dan hatiku mendesau
Menguapkan bulir indah menggenang di bias pipiku
Aku akan terbang menujumu bersama udara
Dimana udara akan mengantarkan aku tuk meraih hatimu, Nanti.