Selasa, 02 Juli 2013

# FICTION # POEMS

Rinai Hujan yang Pecah

Oleh: Rezita Agnesia Siregar

Patah gigihku mempertahankan rasa
Berjarak tatap, hati pun entah
Sepenggal langkah teraih
Berlari lirih tersapu buih
Terhitung centi-centi aromamu dari sini
Ulur tangan terasa panjang tak berujung
Dekatmu, jauh

Hujan masih saja tertawa
Tersenyum sinis memperhatikanku
Gemerciknya menyentil-nyentil emosiku
Bukan teduh, semakin panas
Memperhatikanmu


Hujan masih saja peka
Akan rinaiku yang juga jatuh
Tertatih meniti asa
Asa yang patah sebabkan rasa

Hujan masih saja berisik
Menjatuhkan rinai-rinai tak bernama
Usai dayaku mempertahankan rasa
Rasa yang juga tak bernama
Kita, bersekatkan rinai-rinai yang pecah
Terlalu ramai hingga tak menyatukan tatap
Bahkan suara kita
Juga rasa
Juga ruang kita…

Medan, 02 Juli 2013/ 11.10 WIB
Lirih Rasa Menjerit

1 komentar:

  1. Bagus.
    tetapi mungkin lebih asyik klo judulnya LDR an saja...:)
    salam santun dari blogger baru :)
    main juga ya ke www.ghofar1.blogspot.com
    atau www.gho-far.com

    BalasHapus

Follow Me on Instagram @agnesiarezita