Rabu, 22 Juni 2016

Air Terjun Dwi Warna: Indahnya Dua Air Berbeda dalam Satu Telaga

Juni 22, 2016 3 Comments
Sumatera Utara memiliki banyak kekayaan air terjun yang memesona, salah satunya adalah Air Terjun Dwi Warna, terletak di Desa Durin Sirugun Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, masuk lewat Bumi Perkemahan Sibolangit.
Potret Air Terjun Utama Dwi Warna
Setelah sibuk dengan aktifitas kerja, hari libur layak dong dijadikan waktu untuk refreshing. Jangan main ke mall mulu, sesekali uji kekuatan kaki, kekuatan emosi, kekuatan tim. Tracking Air Terjun Dwi Warna yang terkenal dengan kata “sulit” akhirnya bisa juga kita hadapi. Untuk bisa menikmati panorama air terjun ini lebih lama, baiknya datang lebih awal. Akses waktu dari Medan ke pintu masuk Bumi Perkemahan Sibolangit sekitar 75 Km atau sekitar tiga jam perjalanan dengan kendaraan pribadi. Atau jika kamu ingin menaiki kendaraan umum, bisa juga naik kendaraan bus sinabung atau bus lainnya dari Simpang Pos, yang semuanya melewati Bumi Perkemahan Sibolangit, ongkosnya berkisar 8-10 ribu.

Minggu, 12 Juni 2016

Balada Sandal Jepit

Juni 12, 2016 0 Comments
Selamat datang di Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah juga penuh dengan keunikan. Di bulan Ramadhan tentunya kita akan berlomba-lomba melakukan kebaikan, sebab hanya di bulan penuh berkah inilah semua amalan dilipatgandakan nilainya oleh Allah. Maka dari itu umat muslim patut bersenang hati masih bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan.

Sabtu, 23 April 2016

Olahraga Bareng, Karena Menunggu Juga Kudu Sehat #LDRmeetup

April 23, 2016 3 Comments
Ketemu lagi bareng kita, Pejuang LDR yang kangennya lebih-lebih kangennya seorang Rahul pada Anjeli. Kali ini agenda meetup kita olahrga bareng. Mengusung tema “Karena Menunggu juga Kudu Sehat”. Sama kayak para pejuang LDR yang kudu mandi pagi dikala libur hari minggu, kan menunggu juga kudu wangi. Nah, kita cari alternatif olahraga yang ringan dan menyenangkan aja nih, sesuai hobi dan kesukaan (aku sih, sukanya sama kamu ajaaah!) Main Bola dan Berenang. Wuhuuu~

Kamis, 21 April 2016

Sweet LDR Surprise from My Day

April 21, 2016 1 Comments
Hai Pejuang LDR, Hatinya masih kuat? Masih setia menunggu? Hidup ini pilihan, aku pilih bahagia dan kamu. Selama kita percaya bahwa kitalah yang saling membahagiakan, kenapa harus ragu, toh dalam hal menunggu kita selingi kegiatan yang menyenangkan; saling mencintai misalnya. Dalam hubungan yang jaraknya tidak dekat ini, cobaan pasti ada saja. Tapi kita selalu punya cara untuk membuatnya selalu mewah, istimewa dan bermakna. Apapun yang kita lakukan dengan cinta, semua akan terasa luar biasa, seperti kejutan manis ini.
pink pink love love ~

Rabu, 13 April 2016

Dirgahayu Agnesia ke-22 Edisi Spesial

April 13, 2016 1 Comments
18 Agustus 2015. Selamat pagi Indonesia, Selamat datang delapan belas Agustus, dirgahayu Agnesia. Selamat terlahir kembali, di usia yang ke dua puluh dua tahun ini, aku bersyukur masih bisa menyungging senyum dengan bahagianya. Apalagi kedatangan orang baru di ruang hatiku *ceilaahh* setelah kemarin aku kira tahun ini hanya akan aku lewati dengan biasa-biasa saja, ternyata Tuhan punya sejuta cara membuat hambanya selalu bersyukur. Alhamdulillah di tahun ini aku wisuda tepat waktu, tapi bertemu kamu saja yang telat, maksudnya kenapa gak dari dulu kenalnya hehe.

Selasa, 16 Februari 2016

Petjah Meriah Bahagia di Anniversary #BLOGger_Medan

Februari 16, 2016 9 Comments
Petjah, Meriah, Bahagia :D
Kalau para muda-mudi pada nge-date bareng pacarnya di 14 Februari, aku juga gak mau kalah dong, nge-date bareng para blogger di Anniversary Blogger Medan yang pertama di Graha XL Medan. Hari jadi Blogger Medan yang pertama ini bukan hanya dihadiri oleh para blogger aja, acara yang meriahnya gak nanggung ini dihadiri juga oleh Hijabers Medan, Medan Generasi Impian, Digidoy, Mifans, Turun Tangan Medan, ATTIK Sumut,  FLP Sumut, dan komunitas-komunitas di Medan lainnya yang gak kalah meriahnya.

Sabtu, 14 November 2015

[Resensi] Rindu karya Tere Liye

November 14, 2015 2 Comments
Lima Kehidupan dalam Satu Perjalanan
Judul                : Rindu
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : Republika
Cetakan           : I, Oktober 2014
Tebal               : ii + 544 hal
Ini adalah kisah tenatng masa lalu yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Tentang kehilangan kekasih hati. Tentang cinta sejati. Tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan.
Kisah ini bermula dari tokoh bernama Daeng Adipati, bersama istri dan dua anaknya, Anna dan Elsa, akan melakukan perjalanan haji dengan menaiki Kapal uap terbesar pada masanya, Blitar Holland. Daeng Adipati adalah pengusaha sukses asal Makasar, entah berapa banyak orang yang ingin sekali meminjam kehidupannnya, sejak muda terkenal cerdas dan baik hati, sekolah ke luar negeri juga punya keluarga yang bahagia. Begitu yang orang-orang lihat, tapi mereka tidak pernah tahu bahwa perjalanan panjang ini ia tapaki dengan dendam dan kebencian yang membara. Mereka tidak pernah tahu, Daeng Adipati menjelajah negeri dengan satu pertanyaan besar di kepalanya.

Rabu, 11 November 2015

Sibayak Raya, Karena Kemerdekaan adalah Hak Segala Bangsa

November 11, 2015 1 Comments
Merah Putih. Dan cinta kita seperti Indonesia :D
16 Agustus 2015. Mungkin bagi sebagian orang, mendaki Sibayak itu hal yang sudah biasa, bahkan bisa dibilang sudah seperti main ke mall. Mungkin karena sudah ada jalur wisatanya, jalurnya sudah diaspal dan track pendakian yang tidak terlalu sulit. Tapi... bagi kita. Dalam tulisan ini biarkan aku menyebutkan tokoh utamanya sebagai KITA, karena aku tidak sendiri. Bagi kita, ini adalah perjalanan yang luar biasa adanya. Niatan merayakan dirgahayu Indonesia di puncak Sibayak akhirnya terealisasi.

Minggu, 08 November 2015

Cintamu, Rasa yang Luar Biasa

November 08, 2015 1 Comments
“Denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria. Denganmu semua air mata menjadi tawa suka ria.”
*Tulisan ini hanya pengungkapan rasa rindu. Hanya itu. Tulisan sedikit ini ditulisan dalam keadaan rindu yang sedang banyak. Banyak sekali malah.
Akhir-akhir ini kita sedang diuji dengan rindu dalam artinya sebenarnya, saat semua keterbatasan membuat kita tak gentar, membuat kita bahkan semakin kuat, semakin rindu bertalu-talu. maka berterimakasihlah pada keterbatasan, Sayang. Karena ia, kita tahu bagaiamana caranya memanajemen rindu. Karena ia pula, kita tahu bagaimana mendiktator rindu agar tunduk pada apa perintah kita. Tidak merajai apalagi mempecundangi.

Rabu, 21 Oktober 2015

Ada dan Tiada

Oktober 21, 2015 3 Comments
Tersenyumlah sesumringah mungkin, maka kau akan lihat semua mata melihatmu sebagai sosok paling bahagia. Padahal nyatanya tak sebahagia itu. Dan menangislah sesedih kau bisa, maka kau juga akan melihat orang-orang memandangmu sebagai makhluk paling menyedihkan di dunia, padahal tak semenyedihkan itu. Terkadang hidup seperti itu, kebahagiaan dan kesedihan tak selamanya bisa dilihat dari keseharian, karena yang tahu kita bahagia atau tidak hanyalah diri sendiri.

Atau bahkan senyum dan tawa yang ceria itu hanya tercipta untuk mendoktrin orang-orang bahwa hidup kita sebahagia itu? Mungkin iya mungkin saja tidak. Dan yang aku fikirkan, apa aku termasuk golongan orang yang aku sebutkan barusan. Terlihat bahagia untuk menyampaikan pada orang lain bahwa aku sebahagia itu. Nyatanya aku tak merasakan apa-apa. Entah, aku pun tak tahu alasannya. Aku merasa dibutuhkan, tapi tak juga ada aku di antara peredaran. 

Jumat, 16 Oktober 2015

[Resensi] Novel Amelia, Serial Anak-Anak Mamak Buku-1 Karya Tere Liye

Oktober 16, 2015 0 Comments
Menjadi Bungsu Yang Kuat, Bukan Bungsu Si Penunggu Rumah
Judul               : Amelia, Serial Anak-Anak Mamak Buku-1
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : Republika
Cetakan           : I, Oktober 2013
Tebal               : vi, 392 Halaman
ISBN               : 978-602-8997-73-7
Amelia, si gadis bungsu yang kuat dan teguh hatinya. Terlahir menjadi anak bungsu, membuatnya tak terima dengan kenyataan, selalu ingin bertukar posisi dengan kakak sulungnya, Eliana. Baginya, menjadi bungsu hanyalah “korban” perintah-perintah kakaknya, selalu disuruh-suruh dan selalu menjadi “penunggu rumah”. Selain memiliki kakak sulung yang selalu ngatur-ngatur, Amelia juga memiliki dua kakak laki-laki yang tak kalah menyebalkannya dengan Eliana, saban hari meledek dan menjahili Amelia, Pukat dan Burlian namanya.
Di dalam novel Amelia, Serial Anak-Anak Mamak yang merupakan buku pertama namun terbit pada sesi terakhir ini, Tere Liye menjabarkan betapa tidak selamanya anak bungsu berperangai manja dan cengeng. Buktinya Amelia, terlahir dengan perangainya yang kuat, tidak pernah menyerah, sekalipun situasi menyadarkannya bahwa anak bungsu pada akhirnya akan tetap menjadi “penunggu rumah” dan sejauh apapun ia pergi, takdir akan membawanya kembali.

Rabu, 14 Oktober 2015

PMS, Perempuan Macam Setan

Oktober 14, 2015 4 Comments
hanya ilustrasi ^^
Mungkin bukan cuma aku di dunia ini yang ngerasa macam setan kalau lagi PMS. Maaf ya kalau ada yang gak suka disamain sama setan, hihi. Aku cuma bilangin diriku sendiri kok. Tulisan ini juga aku tulis sekalin mau minta maaf sama semua orang-orang di sekitarku yang selalu jadi korban keganasan amarahmu kalau lagi PMS, termasuk kamu.
Mungkin juga bukan cuma minggu ini aja aku ngerasa macam setan beneran, minggu-minggu lalu juga sih. Tapi rasaku, semua tergantung orang-orang di sekitarku, kalau gak ada yang buat rusuh, gak nya aku marah-marah macam setan. Karena digarainya aku makanya kayak gitu *baca logat medan :p
Pertama di rumah, PMS itu sakit loh, bawaannya mau manja, mau malas-malasan, gak mau ngapa-ngapain dan gak mau diperintah-perintah. Pokoknya kalau lagi PMS serasa dunia harus tunduk ajalah apa kataku, jangan ada yang bantah. Tapi lain hal di rumah ya, perasaan mamak lagi nasihatin, aku ngerasanya kayak dimarahin. Alhasil ngerasa dipojokin, dan mewek. Namanya cewek. Kelen sih gak ngerasain jadi cewek.

Minggu, 04 Oktober 2015

Mimpi dan Kereta Api

Oktober 04, 2015 3 Comments
“Apapapun yang aku lakukan, harus selalu aku abadikan. Karena memori otak tak selalu hebat untuk menyimpan semua kenangan.”
15 Agustus 2015. Ada banyak impianku di dunia ini, salah satunya ini. Bisa jelajah Indonesia naik kereta api bersama yang terkasih. Tapi tetap syukurilah baru bisa bolak-balik naik kereta api yang tujuannya sama, tapi jelas dengan orang yang berbeda dan rasanya beda walaupun momennya sedikit banyak sama. Tapi jelas berbeda, BEDA.
Kita sudah lama mendamba momen ini, jalan-jalan naik kereta, berbincang ringan dengan irama kereta yang klasik. Berdua saja, sekalipun mata-mata mencoba jelajah. Menelaah isi luar jendela, yang seakan berjalan sekalipun ia tetap diam. Kita masih tetap dengan perbincangan ringan, masa depan. Berharap selalu ada masa yang membawa kita duduk di jejeran kereta yang berbeda dengan orang yang sama, nanti. Suatu hari.

Sabtu, 26 September 2015

Pelangi Malam Hari

September 26, 2015 0 Comments
Aku pernah mendapati seorang teman berkata bahwa tak pernah hilang awan di pelataran langit, sekalipun malam. Hanya gelap yang menutupinya, sejatinya ia tetap berada di tahtanya. Begitukah pelangi malam hari? Benarkah warna-warni yang melingkari rembulan saban hari itu kita sebut pelangi? Yang enggan pergi, sekalipun malam menjelang pagi.
Ada sesosok anak manusia di ujung sana, bertemankan secangkir kopi pahit sepahit masa lalunya, juga sebatang dua batang rokok yang entah kapan tak lagi temani ia. Setiap malam begitu, sendu sedan meratapi rembulan, berharap sesosok wajah keluar dari pandangan, tersenyum dengan canda tawa ringan.

Senin, 21 September 2015

Fikrial Hafiz, Kecil-kecil Suka Nulis

September 21, 2015 1 Comments
Kalau kita kembali ke masa kecil, pasti kita bisa hafal cita-cita apa yang kita dan teman-teman kita impikan. Mulai dari cita-cinta ingin jadi dokter, polisi, tentara, pilot, guru hingga masinis (ceila masinis :D). Tapi kali ini beda, setelah perkembangan zaman yang kian entah sudah secanggih apa teknologinya, kini bila kita tanyakan pada anak-anak, kian beragam jawabannya.
Seperti yang aku alami saat ini. Ceritanya, aku pernah mengusulkan membuka ekskul wartawan cilik di sekolah tempat aku berkerja, awalnya banyak sekali anak-anak yang berminat. Selang sebulan akhirnya anak-anak lebih tertarik pada ekskul yang terlihat mentereng. Seperti ekskul drum band atau menari, karena ekskul tersebut memerlukan keadaan latihan di lapangan, meriah dengan musik-musik yang mengundang anak-anak yang notabenenya suka dengan sesuatu yang menyenangkan. Beda halnya dengan wartawan cilik yang hanya fokus dulu awal bulan pada teori. Pikirku, awal-awal belajar aku memperkenalkan dulu bagaimana sistematika menjadi wartawan. Salahku, akhirnya mereka jenuh. Dan finnaly, ekskul ini vakum.

Sabtu, 05 September 2015

Selamat Ulangtahun, Kekasih ^^

September 05, 2015 0 Comments
Selamat pagi, kekasih. ini tepat pukul 00.00 malam, dimana rembulan sempurna membundar dengan bintang-bintang bertaburan menjadi dayang-dayang, dimana angin sempurna mendekap kuduk, dimana jangkrik pun tak kuasa menahan desah, pun aku yang tak kuasa memelukmu dalam gigil yang haru. 
@daycan_
Sudah lelapkah engkau dalam menyambung mimpi-mimpi malammu? Ataukah kau tetap terjaga menungguku membisikkan sesuatu di hari lahirmu? Aku tahu, kau pasti sedang menanti, berharap-harap cemas akan ada puisi romantis yang aku bacakan untukmu selarut ini, atau sekedar kata-kata manis penghantar harapan-harapan yang kian meninggi.

Senin, 31 Agustus 2015

Warna-warni Air Terjun Pelangi Sumut

Agustus 31, 2015 1 Comments
Air Terjun Pelangi
Seperti janjiku kemarin di postingan “Din, Tugasku Selesai Cintaku Belum Usai” yang akan membahas tentang perjalanan ke Air Terjun Pelangi. Maka kali ini aku akan jelaskan sedikit tentang Air Terjun yang penuh warna-warni karena bias matahari ini. Air Terjun Pelangi terletak  di Desa Tanjung Timur Kab Deli Serdang. Untuk menuju ke lokasi Air Terjun Pelangi, kita akan melewati lokasi Danau Linting yang sudah lebih dulu populer dari Air Terjun ini.

Rabu, 17 Juni 2015

Selamat Pagi, Teman Lama

Juni 17, 2015 4 Comments

Aku tahu, engkaulah orang yang akan selalu memperhatikanku dari jauh. Sekalipun kau berusaha menapik itu, sekalipun semua sosmed kau alihkan agar tak mengetahui apapun tentang aku. Tapi kau tak bisa pungkiri bahwa dalam beberapa momen kau pasti akan merindukan aku. Ya kaaaan? 
Ini hari terakhir memasuki bulan Ramadhan. Aku ingin menyapamu lewat ini, rumah maya yang katamu selalu kau singgahi. Agar tak ada lagi yang mengganjal dalam benak kita memasuki bulan Ramadhan. Hei, kau tahu tidak, karena hobi stalking-mu itu aku jadi tidak bisa bergerak, iya tidak bisa. Dulu sebelum aku tahu kaulah orang yang selalu “mengusik”-ku di twitter, aku selalu bergalau ria, aku menyapa siapapun tanpa sensor di twitter, karena aku tahu tidak ada satupun orang yang akan memperhatikan aku di sana, tidak akan ada yang peduli seperti layaknya di facebook.

Rabu, 21 Januari 2015

[Cerpen] 13 Januari

Januari 21, 2015 4 Comments
Sore makin mendung, Juan bergegas pulang kerumah, untuk menagih janji ayahnya dihari ulangtahunnya kali ini. Kampus yang tidak jauh dari rumahnya membuatkanya hanya mengandalkan kaki untuk bisa sampai kerumah tanpa perlu naik kendaraan umum atau bahkan di jemput oleh ayah atau ibunya seperti tahun-tahun kemarin sebelum masuk ke bangku kuliah.

Din, Tugasku Selesai Cintaku Belum Usai

Januari 21, 2015 3 Comments
Mukel 2015
Empat hari terakhir bersamamu, Din. Empat hari yang takkan mungkin dapat terlupa. Hari dimana mata enggan terpejam (padahal mata sudah sayu tingkat provinsi), hari dimana mata kebas karena pecahnya kantung air mata, hari dimana peluk kita terasa hangat. Dan entah mengapa, empat hari terakhir itu menjadi hari dimana hati juga ikut panas, ah entahlah.