Mimpi dan Kereta Api

01.21.00

“Apapapun yang aku lakukan, harus selalu aku abadikan. Karena memori otak tak selalu hebat untuk menyimpan semua kenangan.”
15 Agustus 2015. Ada banyak impianku di dunia ini, salah satunya ini. Bisa jelajah Indonesia naik kereta api bersama yang terkasih. Tapi tetap syukurilah baru bisa bolak-balik naik kereta api yang tujuannya sama, tapi jelas dengan orang yang berbeda dan rasanya beda walaupun momennya sedikit banyak sama. Tapi jelas berbeda, BEDA.
Kita sudah lama mendamba momen ini, jalan-jalan naik kereta, berbincang ringan dengan irama kereta yang klasik. Berdua saja, sekalipun mata-mata mencoba jelajah. Menelaah isi luar jendela, yang seakan berjalan sekalipun ia tetap diam. Kita masih tetap dengan perbincangan ringan, masa depan. Berharap selalu ada masa yang membawa kita duduk di jejeran kereta yang berbeda dengan orang yang sama, nanti. Suatu hari.

Kemarin ini hanyalah mimpi, ini hanya hayalan. Kita punya tekad untuk mewujudkannya, setelah sekian lama hanya bisa kita hayalkan lewat udara. Lewat mimpi yang kini jadi nyata.
Kita mengawali hari dengan warna baju yang sama, bukan kebetulan atau tak direncanakan. Tapi karena sang kasih memang bilang pas jalan mau pake baju merah makanya aku ikutan. Karena dalam cinta tak pernah ada kebetuan, selalu ada unsur yang direncanakan, seperti rencana kita membangun masa depan. Yihii~
Sebelum kereta berangkat, kita nyempatin jalan-jalan lihat kota Medan yang dilihat dari sisi manapun tetap indah kalau ada kamu di sisiku *loohh, gak pande lah muji-muji indahnya kota* sisi paling keren dari Medan itu cuma saat kita bedua menikmati jejeran kereta api dari atas jembatan titi gantung. Itu. Kalau ada kamu di sisiku, pesona masinis-masinis kece itu buram keeksotikannya kulihat. Haha.
Tiga puluh dua menit di dalam kereta belum cukup untuk kita membincangkan masa-masa indah. Maka tugas kita mencipta momen-momennya, agar ada saja bahan kita mengevaluasi apakah hayalan kita benar jadi nayata atau malah semakin indah dari hayalannya.
Untuk orang sejenis aku, gak ada tujuan lain naik kereta api dari Medan ke Binjai selain ke Binjai Super Mall. Mau kemana lagi, kan kita lagi mau wujudin mimpi nonton bioskop bareng. Maka terbelilah dua tiket film yang awalnya juga sudah direncanakan, Surga yang Tak Dirindukan. Hei, ada satu rahasia yang ingin aku bagi. Lelakiku ini terharu loh nonton Surga yang Tak Dirindukan. Agaknya dia nangis, mewek dia disampingku.
Ceritanya tentang sebuah keluarga bahagia yang retak karena keterpaksaan suami melakukan poligami, maka si suami harus mati-matian meyakinkan sang istri bahwa poligami itu ia lakukan karena sesuatu yang mendesak. Bagaimana sang istri mengikhlaskan perasaannya, bagaimana sang suami memperjuangkannya, juga bagaimana dongeng-dongeng indah di dalamnya. Lelakiku sungguh terinspirasi dengan film ini. Sekarang aja dia lagi punya projek nulis cerita fiksi semacam dongeng gitu. Pokoknya gak sabarlah nunggu episode satunya. Ciyeee..
Setelah itu kita niatan mau main esketing *yang kata orang bisa nari-nari di atas es pake sepatu pisau ituloh, haha atau apalah* ini juga bagian dari mimpi. Tapi bukan tak jadi nyata, tapi belum saja, kita masih punya banyak waktu, tenang saja, kita wujudkan dulu mimpi-mimpi yang lain. Lalu, hal lain yang terjadi di luar mimpi adalah jelajah malam di kota Medan yang penuh dengan hingar bingar metropolitan. Jalan kaki, iya kita jalan kaki. Ini yang aku bilang akan ada momen yang lebih indah dari hal-hal yang kita hayalkan. Kita benar-benar kayak di film-film itu, atau jangan-jangan film-film itu yang niru kita? Penat, lapar, keringat. Sirna semua saat sadarku kau ada di sisiku. *eaaak*
Sekian dulu cerita kita dalam mewujudkan hayalan dan mimpi tentang kereta. Masih banyak cerita lainnya. Cerita ini ditulis karena takut penyakit tua *pikun* datang lebih awal. Kalau kata pujangga semua kenangan bisa terkenang manis di dalam ingatan, itu omong kosong. Hanya tulisan yang akan membuatnya tetap abadi. Karena itu aku menuliskannya. 

__ Salam dari pemimpi dan pecinta kereta api, 

You Might Also Like

3 komentar

  1. Mantap blog dan Artikelnya< senang bisa menyimak . .. TOP BGT !

    BalasHapus
  2. Pecinta kereta api, sudah baca 3360?

    BalasHapus
  3. Aku pun pengen la ke Binjai naik kereta api. Kasian sepupu ku belom pernah soalnya :D

    BalasHapus

Subscribe