Sabtu, 11 Juni 2016

# FAMILY

Balada Sandal Jepit

Selamat datang di Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah juga penuh dengan keunikan. Di bulan Ramadhan tentunya kita akan berlomba-lomba melakukan kebaikan, sebab hanya di bulan penuh berkah inilah semua amalan dilipatgandakan nilainya oleh Allah. Maka dari itu umat muslim patut bersenang hati masih bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan.
Di bulan Ramadhan yang jatuh pada permulaan bulan Juni ini, tentunya akan banyak sekali keunikan yang terjadi. Mulai dari metode bangun sahur yang di lakukan remaja masjid, tradisi mempersiapkan menu berbuka puasa bergiliran untuk masjid di komplek perumahan. Sampai berbondong-bondongnya para remaja melakukan ritual jalan-jalan pagi bersama teman-temannya yang biasa disebut asmara subuh. Dan semua itu hanya ada di bulan Ramadhan.

Nah ada satu cerita unik yang ingin saya bagikan. Di bulan Ramadhan, momen solat tarawih adalah momen dimana berkumpulnya gadis-gadis komplek yang jarang keluar rumah. Gadis-gadis yang umurnya berkisar sekolah menengah pertama hingga menengah atas.  Benar tidak? Yap, yang namanya komplek perumahan, para gadis tentunya akan lebih senang berada di dalam rumah saja. Bahkan hanya dapat dilihat bila ia pergi atau pulang sekolah. Tidak seperti remaja laki-laki komplek yang kebanyakan nongkrong di pos satpam perumahan, nongkrong main gitar atau game di salah satu rumah temannya. Dan momen tarawih ini juga menjadi momen berkumpulnya semua anak-anak yang datang tarawih dengan buku catatan amal di tangan mereka. Yang dibawa untuk meminta tanda tangan pak Ustad yang mengisi ceramah setiap malamnya.

Saat solat tarawih, ayah-ayah, ibu-ibu serta para remaja boleh solat di dalam masjid. Nah untuk meminimaliair keributan, anak-anak hanya boleh solat di teras masjid. Nah, saat solat taraweh sedang berlangsung, keunikan dari tingkah anak-anak ini adalah menyusuni sandal-sandal para jamaah. Semua sandal yang berwwarna-warni itu berjajar rapi di tingkatan anak tangga. Sandal ayah-ayah dan ibu-ibu di tingkat tangga pertama, sandal remaja di tingkat nomor dua dan sandal anak-anak di tingkat paling bawah.

Alhasil apabila sudah selesai solat, para jamaah yang tadinya sudah meletakkan posisi sandal yang mudah mereka ingat, malah jadi kehilangan sandal mereka. Dan anak-anak ini akan sangat senang sekali membantu mencarikan sandal tersebut. Padahal anak-anak ini tidak tahu kalau metode yang begitu malah membuat para orang tua ini bingung mencari sandal mereka. Kalau saja ada sandal yang kembar? Bisa-bisa salah bawa deh. Namun sebenarnya niat anak-anak ini baik, hanya ingin menyusun sandal-sandal jamaah agar terlihat rapi.

Selain orang tua yang sering kalangkabut tidak tahu dimana letak sandal mereka, adalah para gadis komplek yang paling malang nasibnya. Gadis komplek yang cantik-cantik ini sebenarnya sudah dinantikan sekali kehadirannya oleh remaja lelaki. Nah, metodenya remaja lelaki yang bisa dibilang kurang kerjaan ini, sudah mewanti-wanti sandal gadis mana yang ingin mereka intai, lalu mereka lah yang menyembunyikannya. Dan saat gadis komplek itu merasa kehilangan, ia datang bagai pahlawan yang menemukan sandal sang gadis *tsaaah. Luar biasa modusnya.

Sekalipun sudah berkali-kali diperingatkan oleh Nazir masjid untuk tidak bermain dan menyembunyikan sandal-sandal remaja perempuan, tetap saja hal ini yang menjadi momen menarik bagi mereka. Pasalnya saat ingin berteman dengan remaja perempuan ini di hari-hari biasa tidak akan bertemu, nah momen tarawih inilah yang akan menjadi momen penting. Setidaknya bisa mendengar gadis komplek pujaan hati mereka berkata "terimakasih" remaja lelaki ini sudah sangat senang sekali. Maka akan terdengar sautan "cie cie" di depan masjid bila sudah pulang tarawih, gadis-gadis itu hanya bisa tersipun tersenyum tipia, walau kadang banyak juga yang malah jafi dongkol. Dan para orangtua sudah makmum dengan kejadian seperti ini.

Begini kejadian unik minggu pertama di komplek rumahku, bagaimana daerahmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me on Instagram @agnesiarezita