Selasa, 22 Oktober 2019

# BEAUTY

Cara Menulis Review Produk Kecantikan untuk Pemula

Aku memang bukan beauty blogger professional, tapi tidak harus menunggu pro dulu kan untuk berbagi? Nah, kalau kamu setuju dengan statement tersebut, mari lanjut membaca tentang Cara Menulis Review Produk Kecantikan untuk Pemula. Namun, jika kamu belum paham apa itu Beauty Blogger, kamu bisa baca terlebih dahulu postingan sebelumnya ya.


Sebenarnya menulis review produk kecantikan itu sudah ada polanya, tinggal kita saja yang memodifikasinya agar lebih menarik dan unik.

1. Menceritakan permasalahan kulit sebagai permulaan tulisan

Untuk memulai intro, kamu bisa mengemukakan permasalahan kulit yang sedang kamu alami, berkaitan dengan produk yang akan kamu review. Ini berlaku untuk review produk skincare ya.

Jika kamu akan me-review produk moisturizer untuk kulit berjerawat. Maka kamu bisa menggunakan intro atau permulaan penulisan seperti,

Contoh:

Beberapa minggu ini kulitku wajahku rentan berjerawat, terutama di bagian kening dan pipi bawah. Aku merasa kulitku jadi lebih kering dari biasanya, untuk menjaga kelembaban kulit tentunya aku harus menggunakan moisturizer, karena meski sedang berjerawat, kelembaban kulit harus tetap dijaga. Aku mencoba produk dari brand x, namanya y. Aku sudah mencobanya selama dua minggu, kali ini aku akan mereviewnya untuk kalian, mungkin mengalami permasalahan kulit yang sama denganku.

2. Menjelaskan dengan singkat brand dari produk yang akan direview

Menurutku, memperkenalkan brand dari produk yang kita gunakan sangat penting, agar pembaca lebih mengenal dan kita memberikan brand awareness bahwa produk tersebut aman dan sudah legal. Tapi bila tidak ingin memperkenalkannya, ya tidak apa juga. Mungkin kamu merasa mereka sudah tahu, tidak masalah.

Contoh:

ElsheSkin adalah brand lokal yang juga memiliki klinik di Yogyakarta. Ditangani oleh dokter yang ahli di bidangnya. Sudah terdaftar BPOM dan aman untuk ibu hamil serta menyusui sesuai konsultasi & kondisi kulit. Produk-produk ElsheSkin bisa didapatkan langsung di klinik, e-commerce yang terdaftar juga pada reseller resmi. Selain skincare, ElsheSkin juga memiliki kosmetik seperti lipstick yang berkolaborasi dengan Tasya Farasya dan produk yang paling banyak dicari dari ElsheSkin adalah serumnya, salah satunya ElsheSkin Smoothing Serum for Acne Skin.

3. Menuliskan kembali klaim produk yang tertera di kemasan

Setiap produk pasti memiliki klaim dan fungsi yang mereka tawarkan, maka dari itu tujuan review produk ini adalah membuktikan apakah klaim tersebut bekerja di kulit si reviewer.

Contoh:

Berfungsi untuk memperbaiki tekstur dan penampilan kulit yang bermasalah setelah penyembuhan Acne atau bekas jerawat baru. Kulit menjadi tampak lebih halus dan lembut. Digunakan pada daerah yang tidak rata karena bekas jerawat atau bekas luka.

4. Menuliskan dengan detail kemasan produk

Permulaanya ada pada kemasan, kamu harus menuliskan bentuk kemasan dengan detail dan menonjolkan bagian terunik dari produk tersebut. Agar seolah pembaca memegang sendiri produknya, tak lupa juga lampirkan foto dan dijelaskan dengan tulisan.

Contoh:

Dikemas dengan box berwarna merah dengan tulisan berwarna silver dan putih. Terdapat keterangan klaim, cara penggunaan, komposisi dan produksi. Sedangkan serumnya sendiri dikemas dengan botol kaca kecil berwarna cokelat gelap, isi dari serum tersebut bisa terlihat karena botolnya transparant. tutupnya mode putar ulir dilengkapi pipet pump khas kemasan serum.

5. Menjabarkan komposisi unggulan

Dalam setiap produk pasti mengunggulkan beberapa ingredients, maka dari itu kita bisa menjelaskan kenapa kandungan tersebut diunggulkan dan produknya patut dicoba oleh pembaca.

Contoh:

Serum ini mengandung Centella Asiatica Leaf Extract, kalian harusnya gak asing sama kandungan ini karena udah banyak banget skincare yang akhirnya melirik komposisi ini jadi kandungan utama skincare, apalagi skincare korea. Kalau di Indonesia namanya daun Pegagan.

Dikenal efektif menyembuhkan jerawat karena senyawa glikosida madekosida pada daun & tangkainya berfungsi sebagai anti-inflamasi. Selain itu juga memiliki kandungan triterpenoid mampu mempercepat penyembuhan luka bekas jerawat. Tentu saja jika dengan penggunaan yang benar dan rutin dapat mengurangi jerawat serta memudarkan noda bekas jerawat.

6. Menggambarkan tekstur dan aroma produk

Pembaca memang bisa melihat tekstur dari foto yang kita lampirkan, tapi bagaimana dengan aroma. nah, di situlah tulisan bekerja.

Contoh:

Teksturnya cair tapi sedikit pekat, warnanya putih bening sekilas seperti keruh. Kalau soal aroma, sudah bisa dibayangkan dong dengan komposisi alcohol di urutan pertama, aroma alcohol-nya kuat banget.

7. Cara pemakaian produk

Untuk bagian ini, kita bisa menuliskan kembali panduan yang ada di keterangan produk tersebut. Namun terkadang ada beberapa produk yang sulit ditelaah cara penggunaannya hehe. Bahkan untuk sekelas cushion Pixy yang hits beberapa waktu lalu, ternyata banyak yang tidak tahu kalau disediakan cermin pada kemasan.

Tapi, bisa juga menambahkan pengetahuan yang kita tahu bilamana tidak tercantum keterangannya pada kemasan.

Contoh:

Aku pribadi menggunakannya setiap hari, tapi ada beberapa teman hanya menggunakannya 3 kali seminggu, tergantung jenis kulitmu. Gunakan hanya saat hendak tidur di malam hari, Tidak disarankan digunakan saat pagi hari karena akan memicu sensitifitas kulit. Paginya wajib menggunakan sunscreen ya.

8. Menceritakan hasil pemakaian

Nah, ini bagian final. Setelah di awal kita menceritakan permasalahan kulit dan menulis berapa lama produk ini kita gunakan, maka selanjutnya jelaskan bagaimana hasilnya di kulit kita. Bisa juga dengan menyertakan foto before-after, kalau ini tergantung kemauan.

Contoh:

Serum ini saat menyentuh jerawat aktif langsung bikin cekit-cekit, perih banget. Baru keinget saat itu kalau alcohol ada di urutan pertama komposisi. Oke, kesalahan jadi pembelajaran. Pemakaian selanjutnya aku pakai serum ini dengan cara pemakaian yang aku bilang di atas, tetesin dulu di telapak tangan kemudian tap-tap ke wajah.

Hasilnya, tekstur kulit yang tidak rata jadi berkurang & lebih baik, beda bangetlah sama dulu kulitku kalau diraba gradakan banget. Bekas jerawat juga tentu saja ada beberapa yang pudar, kalau di bagian kening sih udah smooth banget.

Aku juga gunain di jerawat yang sudah agak kempes, jadi bukan yang baru tumbuh dan aktif. Aku suka anti-imflamasi pada serum ini yang bikin jerawat tumbuh gak ngajak temen, kalau dia kempes yauda gak tumbuh lagi di sekitarannya.

9. Call to action

Setelah memaparkan review, kamu bisa mengajak pembaca untuk mencoba produk tersebut. Bisa juga mencantumkan harga, sesuai pengalaman sih pembaca lebih suka  review yang mencantumkan harga dan detail informasi beli dimana, jadi pembaca bisa langsung meluncur ke website brand tersebut.

Contoh:

Kalau kalian juga pernah ada di fase kulit berjerawat dan menyisakan tekstur kulit yang gak rata, serum ini rekomen banget. Tertarik untuk mencoba? konsultasi online terlebih dahulu ya, kalau mau order serumnya langsung karena sudah yakin bisa ke www.elshsekin.com.

Nah, itu dia beberapa poin dari pola penulisan review produk kecantikan. Selebihnya bisa kamu modifikasi, sesuai gaya penulisan kamu. Penulisan review produk kecantikan membutuhkan waktu yang tidak singkat, karena ada proses trial error percobaan produk, foto produk, editing, riset ingredients. Masih yakin kah kamu mau jadi beauty blogger?

2 komentar:

  1. Ahhh bener. Poin poinnya ini sampe sekarang masih menjadi peer dan mencoba aku terapkan. Kayak ney bilang di blog sebelumnya bagaimana menjadi beauty blogger. Konsisten itu penting dan tempatkan diri kita sebagai pembaca.

    BalasHapus
  2. Oh ternyata gini toh caranya mengulas produk kecantikan kalo produk kegantengan sama juga gak yaa?

    Mampir juga dipostingan awak yg kedua ya tentang travel blogger medan aizeindra.id

    BalasHapus