Tinggalkan Cinta Sebelum Halal

03.33.00

Oleh: Rezita Agnesia Siregar

Mencinta dan mencintai adalah fitrah bagi manusia, semua orang butuh akan cinta karena jika hidup tanpa cinta maka seperti yang dinyanyikan oleh penyanyi dangdut populer bahwa hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga. Cinta membuat segalanya menjadi indah, memberi warna dalam hidup, melukis senyuman pada wajah, cinta membuat setiap detak jantung menjadi sangat berarti. Itulah cinta namun, cinta juga memiliki aturan main yang harus dijalankan jika ingin selamat dunia dan akhirat. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah. Pengertian Ibadah yaitu sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang nampak (lahir) maupun yang tersembunyi (batin), disertai oleh ketundukan yang paling tinggi dan rasa kecintaan yang paling tinggi kepada Allah.
Pada hakikatnya cinta dan mencintai adalah boleh bahkan dianjurkan untuk saling mencintai sesama muslim, cinta yang semacam ini mempunyai batasan, contohnya: saling menundukkan pandangan, tidak berkhalwat dalam satu ruangan jika si wanita tidak ditemani oleh mahromnya dan haram bagi keduanya untuk saling bersentuhan, namun semua itu akan menjadi boleh dan halal jika keduanya menikah karena pernikahan akan menghalalkan apa-apa yang sebelumnya haram jika dilakukan oleh dua sejoli bahkan hal itu dianggap ibadah yang berbuah pahala. Ibadah yang dicintai dan diridhoi Allah Subhanahu wa ta’ala adalah jika amalan itu sesuai dengan cara dan tujuan yang dijelaskan di Al Qur’an dan As-Sunnah. 
Terkadang cinta itu datang pada waktu yang kurang tepat, karena salah satu sifat cinta adalah datang tanpa diundang dan pergi tanpa alasan, contohnya saja saat seseorang tidak siap untuk menikah dan meminangnya karena berbagai alasan sedangkan cinta sudah melebarkan sayapnya maka tutuplah setiap celah yang bisa digunakan setan untuk menyesatkan karena sungguh jika tidak demikian maka siapalah yang sanggup bersabar akan godaan cinta. Hari ini bisa jadi lewat facebook atau twitter saling tegur sapa lambat lawun komunikasi semakin akrab lewat handphone selanjutnya janjian disebuah tempat, ternyata kesan pertama begitu menggoda selanjutnya tak sedikit maksiat yang akan mereka lakukan. Untuk menghindari cinta sebelum halal, bertawakallah, tinggalkan seseorang yang dicintai namun bukan mahrom itu dan cintanya karena Allah, Karena barang siapa yang bertawakkal pada Allah maka Allah akan mencukupinya. Allah berfirman :
ومن يتّق الله يجعل له مخرجا

"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberinya jalan keluar." (QS At-Talaq: 2)
Jika sudah benar-benar siap untuk menikah maka tak perlulah meninggalkan seseorang yang dicintai itu, akan tetapi bersegeralah sempurnakan separuh agamamu karena itulah yang dianjurkan Islam, karena sekuat-kuat iman seseorang ia belum tentu mampu menahan gejolak cinta. Inilah yang pepatah yang populer di zaman kakek buyut kita “Sedikit-dikit lama-lama menjadi bukit”. Ya, itulah cara setan menggiring manusia secara perlahan. Akan tetapi pembawa syariat shallallahu ‘alaihi wasallam jauh lebih cerdas dibandingkan setan. Cara ini tidak berlaku jika selalu menggenggam kaidah beragama, maka dari itu perbanyaklah berdoa kepada Allah agar terhindar dari cinta yang maksiat dan menuju kepada cinta yang halal, Allah benar-benar begitu dekat dengan orang yang berdo’a, artinya akan mudah mengabulkan do’a setiap hamba. Sehingga tidak pantas seorang hamba putus asa dari janji Allah yang Maha Mengabulkan setiap do’a. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi)
Allah tidak akan pernah mengingkari janjinya, Jika memang seseorang yang dicintai sebelum halal itu adalah jodoh kita maka tidak akan ada makhluk di muka bumi ini yang bisa memisahkan, dan jika seseorang yang dicintai sebelum halal itu memang bukan pilihan Allah untuk kita maka tenanglah, sebab kita telah meninggalkan ia dan cintanya karena Allah maka niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dan itulah janji Allah dan Allah tidak pernah ingkar akan janjinya dan tidak ada seorangpun yang bisa menyatukan lelaki dan wanita jika Allah tidak menghendaki itu. Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak, cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalaam bersabda:
Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Bukhari )
Dan satu hal yang perlu diingat bahwa bisa jadi kita menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi kita dan bisa jadi kita membenci sesuatu padahal itu baik buat kita, yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat. Allah berfirman :
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah: 216)
Allah juga berfirman :
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." (QS An-Nur: 26)
Semua perkataan serta perbuatan yang buruk dari laki-laki yang buruk untuk untuk perempuan yang buruk begitu juga Semua perkataan serta perbuatan perempuan yang baik untuk untuk laki-laki yang baik, contohnya seperti Nabi Muhammad adalah laki-laki terbaik di muka bumi ini dan sungguh tidak layak baginya kecuali wanita-wanita yang baik. Maka sudah selayaknya bagi siapa saja yang ingin mendapatkan yang terbaik hendaknya ia bercermin pada dirinya, sudah layakkah dirinya untuk mendapatkan yang baik? mari sama-sama memperbaiki diri sehingga sampai pada cinta yang halal dan mendapatkan yang baik menurut Allah. Jika belum sampai masanya, maka tinggalkankanlah cinta itu, karena sesungguhnya cinta yang belum sampai pada halalnya akan mendatangkan kemaksiatan dan berdosa.



You Might Also Like

0 komentar

Subscribe