Wednesday, May 30, 2018

# EVENT

Sharing Session Siapkan Generasi Cekatan & Buka Puasa bersama Sustagen


Menjadi seorang Ibu adalah dambaan semua perempuan. Namun, mendidik anak tak semudah membalikkan telapak tangan. Pasca kehamilan, ternyata butuh banyak pelajaran, selain pengalaman orang lain, orangtua dianjurkan untuk lebih aktif membaca dan sharing bersama yang lebih ahli.

Seperti yang dilakukan oleh Susu Sustagen bekerjasama dengan Female Radio, karena kepedulian terhadap perkembangan anak dan kesehatan ibu, Sustagen mengadakan Sharing Session bersama dokter ahli yaitu dr. M. Lazuardi Nasja Putra membahas tentang Holistic Development.


Acara dibuka oleh MC super kece menyapa para peserta sharing session yang dihadiri oleh berbagai komunitas Ibu-ibu di Medan termasuk Komunitas Emak Blogger dan Medan Baby Wears. Acara yang berlangsung pada 26 Mei 2018 di Ministro Medan ini,  juga mengadakan buka puasa bersama agar menambah keakraban para ibu di Medan. Eitss, acara ini tentunya juga dihadiri pula oleh anak masing-masing beserta suami. Kebayang dong bagaimana serunya acara ini. Ditambah lagi suasana cafe yang sangat instagram-able, nuansa alami bersama pepohonan di dalam ruangan menambah fresh meski sedang dalam keadaan berpuasa.

Sebelum acara dimulai, semua peserta diharapkan untuk terlebih dahulu masing-masing berfoto di booth Sustagen bersama atribut, kemudian dishare di social media sebagai kompetisi. Di akhir acara akan dipilih satu peserta dengan foto dan caption paling menarik berhadiah voucher. Waaah seru banget.


Apa itu Holistic Development?


Holistic Development adalah perkembangan manusia secara keseluruhan mencakup faktor intelektual, motorik, emosional, dan komunikasi.

Terdapat empat faktor dalam menunjang Holistic Development yaitu:

1. Intelektual. Kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas mental, berpikir, menalar dan memecahkan suatu masalah.


2. Motorik. Kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan terkoordinasi menggunakan kombinasi tindakan otot. Keterampilan motorik cenderung dilakukan otot-otot besar dan menghasilkan gerakan tubuh seperti berlari dan melompat.


3. Emosional. Kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan.


4. Komunikasi. Suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang menggunakan informasi (ucapan atau ekspresi) agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.



Nah, keempat faktor tersebut harus ada pada anak. Lalu bagaimana agar anak bisa berkembang aktif hingga empat faktor tersebut dapat berkembag dengan baik?


Ada beberapa hal yang mempengaruhi perkembangan anak, yaitu:

1. Masa Kehamilan

dr. Adi menyampaikan bahwa pada masa-masa kehamilan, Ibu disarankan untuk berkomunikasi dengan bayi yang ada di dalam perut. Semisal, jika ibu ingin anak nantinya bisa bernyanyi, maka ibu harus lebih sering menyanyikan lagu pada sang bayi, agar mengaktifkan syaraf-syaraf anak. Atau semisal ingin anaknya menjadi hafiz, maka saat hamil ibu harus lebih sering membacakan ayat-ayat Alquran.

2. Genetik

Selain daripada kebiasaan ibu berkomunikasi dengan bayi di dalam perut, faktor genetik juga sangat berpengaruh terhadap anak. Karena genetik pewarisan sifat pada organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA yang melekat di suatu protein.

3. Asuhan Orangtua

Beberapa pola asuhan orangtua yang mampu membantu pertumbuhan anak semakin optimal.

- Stimulasi Kognitif.

Bisa dilakukan dengan cara menunjukkan gambar beserta fungsinya. Memperhatikan bagian benda semisal bulat, persegi, maupun lonjong. Mengenal warna, pada bagian ini Ibu disarankan lebih intens agar anak tidak melulu mengenal satu warna. Ibu juga bisa lebih sering mengajak anak bermain puzzle, karena permainan tersebut bisa membantu anak dalam menyatukan bentuk dan tentunya membantu anak dalam mengenal warna.

- Stimulasi Bicara & Bahasa

Sedari dini, sangat disarankan pada Ibu untuk memanggil anak dengan sebutan namanya, karena sapaan yang sering didengarnya akan lebih mudah ia ingat. Begitupun dengan nama-nama di sekitarnya. Memberi perintah sederhana, seperti meminta tolong mengambilkan boneka yang terjatuh. Membaca cerita dan memperhatikan responnya. Menunjukkan gambar dan menonton televisi yang edukatif.

- Stimulasi Motorik Kasar

Biarkan anak lebih leluasa bergerak, dengan tidak membiasakan menggendongnya. Meminimalisir penggunaan 'Baby Walker' serta menyediakan tempat bermain yang aman dan diawasi selalu oleh orangtua.

- Stimulasi Motorik Halus

Mengajarkan anak untuk memegang benda besar atau kecil dengan tangan. Tidak melarang cara anak memegang pensil, cukup bagi ibu dengan memperlihatkan cara ibu memegang pensil tapi tidak melarang cara anak. Dan mengajari anak caranya membalik lembaran buku.

- Stimulasi Sosial

Mengajak anak bermain 'ciluk ba' dan 'petak umpet' cara ini bisa membantu anak dalam bersosial, semisal peduli pada tanggungjawab mencari teman bermain yang sedang bersembunyi, dan kesetiaan anak menunggu orang lain membuka wajah saat bermain 'ciluk ba'. Memberi kesempatan pada anak untuk melakukan hal-hal baru yang ia suka. Kemudian mengajari anak perihal Toilet Training. Sejak dini, anak diajarkan apa dan bagaimana fungsi toilet, saat-saat seperti apa harus bilang pada orangtua jika ingin ke toilet dan tentunya mengajarkan anak mandiri.


Suara anak-anak menghiasi sharing session tersebut, tapi tidak menyulutkan semagat belajar para ibu untuk menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Antusias para ibu terlihat saat masing-masing dari mereka tetap konsentrasi menggengam anak tapi tetap fokus pada penjelasan dokter.



Di lain sisi, Sustagen menyediakan tempat bermain anak seperti mewarnai gambar dengan pasir berwarna. Permainan ini tentu juga diawasi oleh ibu, meski begitu ibu tetap mendengarkan sharing session bersama dokter. Memang seorang ibu harus bisa multitalent ya, serba bisa dalam menyambih.



Sharing dilanjutkan pada penjelasan mengenai umur pencapaian tahapan perkembangan motor anak.

• Telapak tangan terbuka : 3 bulan
• Menyatukan kedua tangan : 4 bulan
• Memindahkan benda : 5 bulan
• Meraih : 6 bulan
• Menjimpit (mengambil dengan ujung telunjuk) benda : 9-11 bulan
• Melepas Benda : 12 bulan
• Memegang dua benda sekaligus : 15 bulan
• Konsep Ruang : 18 bulan
• Mengancingkan Baju 3-5 tahun

Mengenai keterangan di atas, dr. Adi mengatakan bahwa hal-hal tersebutlah yang seharusnya sudah bisa dialami anak pada usia-usia tertentu. Namun, bila kenyataannya tidak sesuai seperti apa yang diharapkan, maka ibu dengan segera konsultasi pada dokter anak agar ditangani lebih intens.


Pada perkembangan kognitif anak, orang tua disarankan untuk memperhatikan beberapa bagian yaitu:

• Bayi
Seharusnya sudah mulai tertarik pada benda, pada usia 10 bulan mulai meniru gerakan dan suara dan sekaligus sudah mampu melakukan perubahan mimik wajah.

• 1 - 3 tahun
Mampu mengenal serta mencari objek. Dan sudah mampu mengenal simbol.

• 3 - 5 tahun
Keterampilan anak lebih berkembang.

4. Nutrisi Optimal

Selain daripada masa kehamilan, genetik, dan asuhan orangtua. Nutrisi juga menjadi bagian penting dalam mempengaruhi perkembangan anak.

Sebelum masuk pada pembahasan nutrizi, Bunda sudah pada tahu belum? kalau sekarang 4 Sehat 5 Sempurna sudah digantikan dengan Gizi Cukup Seimbang.

Di Indonesia sejak 1955 dikenalkan konsep pola makan “4 Sehat 5 Sempurna” agar masyarakat memahami pola makan yang benar. Akan tetapi, menurut Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Soekirman, dalam perkembangannya ternyata konsep ini sudah tak tepat. Pasalnya, sejak era 1990, muncul problem gizi di masyarakat, di antaranya kegemukan dan obesitas.

Konsep lama menekankan pentingnya empat golongan makanan berupa sumber kalori untuk tenaga, protein untuk pembangun, sayur dan buah sumber vitamin serta mineral untuk pemeliharaan.

Nah, seiring perkembangan ilmu gizi, konsep ini sudah tak sesuai dengan kondisi sebenarnya, karena kebutuhan manusia akan gizi berbeda-beda tergantung berbagai faktor. Karena itulah, dikembangkan konsep atau pola Gizi Cukup Seimbang.

Menurut Prof. Soekirman, prinsip Gizi Cukup Seimbang adalah kebutuhan jumlah gizi disesuaikan dengan golongan usia, jenis kelamin, kesehatan, serta aktivitas fisik.

Bagaimana Pola Makan yang Baik:

• Seimbang
• Makan berbagai jenis makanan (Makronutrien & Mikronutrien)
• Pelihara pertumbuhan normal anak dengan diet yang sesuai dan monitor perkembangan secara regular.

Perlu diperhatikan variasi jenis makanan, bahan makanan dalam konsep Gizi Cukup Seimbang terbagi atas tiga kelompok, yaitu:

- Sumber energi/tenaga : Padi-padian, umbi-umbian, tepung-tepungan, sagu, jagung, dan lain-lain.
- Sumber zat Pengatur : sayur dan buah-buahan
- Sumber zat pembangun : ikan, ayam, telur, daging, susu, kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tempe, tahu, oncom,susu kedelai.

Untuk mencapai perkembangan Holistic Optimal pada anak:

• Berikan ASI ekslusif selama 6 bulan full.
• Berikan nutrisi lengkap sesuai dengan kebutuhan anak
• Berikan stimulasi terus-menerus sejak dini
• Pantau tumbuh kembangnya setiap bulan dengan mengukir berat badan, panjang badan dan lingkar kepala
• Jangan lupa imunisasi lengkap untuk anak

Nah, untuk memenuhi nutrisi Gizi Cukup Seimbang bagi anak. Susu menjadi satu hal penting yang harus dipersiapkan oleh ibu. Karena setelah enam bulan ASI ekslusif dari ibu, anak tetap harus minum susu dimana mengandung bahan-bahan yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.

Salah satunya adalah susu Sustagen. Pada sharing session ini, Mba Rani memperkenalkan tentang kandungan serta khasiat susu sustagen.


Apa itu Susu Sustagen?


Susu Sustagen adalah susu pertumbuhan yang mendutkung tumbuh kembang si kecil secara menyeluruh. Karena dengan susu Sustagen, maka kita bisa mempersiapkan generasi CEKATAN.


CEKATAN adalah:

CEpat aKal
badan sehAT
tulANg kuat

Kenapa Harus Minum Susu Sustagen?


Dengan mengonsumsi susu Sustagen maka segala kebagian dalam susu akan membuat anak memiliki kecepatan menangkap ingatan atau cepat akal. Badan menjadi sehat dan tulang pun kuat.


Apa saja kandungan dalam susu Sustagen hingga bisa membuat anak jadi Generasi CEKATAN?

1. Mengandung Minyak Ikan, Zat Besi, Yodium, Omega 3 & Omega 6 > kandungan ini membuat anak jadi Cepat Akal.
2. Mengandung Vitamin A, C, E, Zink Selehium, dan Serat Pangan Inulin > kandungan ini membuat Badan Sehat.
3. Mengandung Kalsium dan Vitamin D > membuat Tulang Kuat.

Mengonsumai susu Sustagen 2 kali sehari, ditambah makan 3 kali sehari dengan stimulasi yang tepat dapat membantu tumbuh kembang si kecil jadi tambah CEKATAN.

Varian Susu Sustagen


Susu Sustagen memiliki 3 varian kemasan, tersedia dalam 2 varian rasa yaitu rasa Vanila dan Madu:

• Sustagen Junior 1+

Sustagen Junior 1+ adalah susu pertumbuhan yang diformulasikan oleh Mead Johnson untuk anak usia 1-3 tahun yang mengandung nutrisi tinggi seperti Zinc, Zat Besi, Asam Folat, Tiamin dan Vitamin B12.



Nutrisi yang terkandung pada susu Sustagen adalah:

Protein: Berguna untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Hal ini merupakan komponen esensial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kalsium: Berperan dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi.

Zat Besi: Membantu dalam pembentukan haemoglobin dalam sel darah merah yang berperan sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh.

Tiamin: Bertindak sebagai ko-enzim yang mengubah karbohidrat menjadi energi


• Sustagen Kids 3 untuk anak usia 3-6 tahun

Sustagen Kids 3+ adalah susu formula yang bagus untuk pertumbuhan anak, diformulasikan oleh Mead Johnson untuk anak usia 3-6 tahun yang mengandung nutrisi tinggi untuk tumbuh kembangnya.


Pada rentang usia 3-6 tahun, si kecil sudah memiliki hal-hal yang menjadi favorit mereka. Ada permainan favorit, buku cerita favorit, film kartun favorit, dan juga makanan favorit. Ibu mungkin mengalami si kecil yang selalu memilih satu jenis makanan tertentu yang menjadi favoritnya. Masalah makan ini umum terjadi pada anak pada rentang usia ini dan mungkin membuat Ibu khawatir akan kecukupan nutrisi hariannya.


• Sustagen School 6+ untuk anak 6-12 tahun

Sustagen School 6+ adalah susu pertumbuhan untuk anak usia 6 tahun ke atas yang diformulasikan oleh Mead Johnson yang mengandung nutrisi penting yang terdapat dalam kelompok piramida makanan yaitu Karbohidrat, Serat, Vitamin & Mineral dan Protein.


Pada rentang usia 6-12 tahun, si kecil sudah sibuk dengan kegiatan di sekolah. Banyak hal seperti jam sekolah yang panjang, pekerjaan rumah, dan kegiatan setelah sekolah yang ia ikuti. Ibu mungkin menjadi khawatir akan kecukupan nutrisi si kecil untuk mendukung banyaknya aktifitasnya.

Sustagen School 6+ mengandung nutrisi Appetit Support Nutrients untuk menambah nafsu makan diantaranya Zinc, Zat Besi, Asam folat, Tiamin, dan Vitamin B12. Sustagen School 6+ membantu memenuhi nutrisi anak sesuai angka kecukupan gizi (AKG). Dengan 3 makanan utama dan 3 gelas Sustagen setiap hari akan membantu memenuhi nutrisi anak 100% sesuai angka kecukupan gizi (AKG).

Setelah pemaparan materi selesai, para ibu sangat antusias sekali mengajukan pertanyaan.



Acara ini tidak hanya seru dengan sharing session-nya saja loh. Tapi setiap ibu yang bertanya pun mendapatkan hadiah. Selain itu juga ada kuis yang paling cepat dan tepat jawab pertanyaan dari MC. Juga ada lomba foto terbaik Instagram loh, eeittss, di akhir acara para ibu dikejutkan dengan pemilihan konstum ibu terbaik, waaah keren banget Sustagen. Membuat para ibu tambah semangat untuk selalu tampil menawan setiap hari.




Tidak terasa waktu kian berjalan begitu cepat, kumandang berbuka puasa pun mulai menggema. Sajian lezat mode prasmanan sudah tersedia dengan apik. Para orangtua silih berganti mengambil sajian berbuka, senangnya bisa berbuka puasa dengan ibu-ibu hebat kota Medan. melihat tingkah lucu anak-anak dan tentunya mendapat pengalaman yang sangat berharga.




Para ibu dan anak diberikan sample susu gratis, karena sebelum dikonsumsi oleh anak, terlebih dahulu dikonsumsi ibunya dong, agar ibu tahu bagaimana rasanya. Dan ternyata enak, tidak bikin enek.

Usai berbuka puasa, acara ditutup dengan sesi foto bersama. Ini momen paling meriah, so pasti ibu-ibu zaman now mau eksis dong di social media. Begitu pun dengan aku. Karena setiap momen wajib diabadikan sebagai bukti kenangan. Terima kasih Sustagen. Sampai ketemu di sharing session berikutnya ya.



Untuk para ibu yang ingin mencoba produk susu Sustagen, jangan lupa mampir ke www.sustagen.co.id dan khusus untuk ibu-ibu yang ingin mengalihkan susu yang sekarang dikonsumsi dengan susu Sustagen, perhatikan panduan berikut ya:

Cara Peralihan ke Sustagen Junior 1+ Bagi Pengguna Baru

Amatlah penting untuk melakukan peralihan susu pertumbuhan si kecil dengan baik. Saat peralihan dilakukan, pastikan si kecil dalam keadaan sehat dan harus dibuat secara perlahan dan bertahap. Masa peralihan akan memakan waktu sekitar 1-2 minggu.

Jika Ibu mengalami masalah dengan masa peralihan ini, Ibu dapat bertanya pada tim Consumer Care Sustagen di layanan bebas pulsa 0-800-18-21789 (setiap Senin-Jumat pukul 09.00-17.00 WIB) atau Facebook Sustagen Club.


Find me on:

Instagram: @agnesiarezita
Twitter: @agnesiarezita


Taken with mood & written with love

Agnesiarezita

4 comments:

  1. Selalu suka baca tulisan ney. Ini cocok banget dibaca sama perempuan masa kini. Biar segalanya gak serba instant. Karna anak butuh perhatian lebih. emoga kelak kita menjadi ibu yg baik ya kan..

    ReplyDelete
  2. Tulisannya runut. Enak dibaca. Isinya juga bagus sekali untuk ibu2 😄

    ReplyDelete
  3. Kamu pasti anak sustagen juga kan? Soalnya cekatan.. Eaaak..

    ReplyDelete
  4. Dulu aku anak sustagen HP sampe SMP malahan, tapi kok gak cekatan ya?? *nasib

    ReplyDelete

Follow Me on Instagram @agnesiarezita