BERHENTILAH MENGHUJAT HUJAN!

03.13.00

Akhir-akhir ini Medan tengah dilanda hujan, mau itu gerimis ataupun deras. Mau itu pagi hari, siang atau bahkan tengah malam. Mungkin karena tanggal di akhir agustus ini sudah mulai menunjukkan awal bulan ember, September, Oktober, November dan Desember. Sudah barang tentu hujan akan menjadi salah satu penghambat aktifitas manusia di luar ruangan. Bahkan tidak sedikit warga yang menganggap hujan adalah bencana, terlebih hujan akan menenggelamkan kota mereka, banjir.

Hujan hakikatnya adalah rezeki, hingga Allah mengatakan bahwa tugas malaikat Mikail adalah menurunkan rezeki, yang pada dasarnya adalah hujan. Namun tidak sedikit umat di dunia ini tak menyadarinya, jikalau hujan turun habislah pembahasan mencibiri sang hujan, jikalau hujan tak kunjung turun maka habislah doa-doa terpanjat agar Allah menurunkan hujan. Tak bersyukurkah kita?


Baca juga: Organisasi Nomor Satu, Kuliah Harga Mati
Kemarin baru-baru saja saya membaca status teman di facebook, yang inti dari statusnya mengatakan bahwa di desanya tak kunjung turun hujan, sumur kering, hingga ia rela tak mandi lima hari. Miris sekali, jauh nun di desa pelosok kota Medan, masih banyak sekali desa yang hidup dengan teriknya matahari, seakan hujan enggan untuk menoleh barang sebentar. Bukan keliru jika dunia mengatakan bahwa air adalah sumber kehidupan. Lalu apakah hujan bukan air?
Sering sekali aku mendengar hujatan di mana-mana yang merasa ingin sekali menjadwal turunnnya hujan. Hujan jangan turun dulu ya, aku mau pergi keluar, ntar make up ku luntur. Ha.. begitu kan? Is.. hujan pulak lah ini, malam minggu hujan cemana mau ngapel. Nah Loh?? Is, gara-gara hujan nih, aku kecipratan becek pas nunggu angkot. Hujannya malam aja kenapa, masak pagi-pagi. Gatau apa orang mau berangkat sekolah! Ya ampuuuuu.. jemuran uda kering malah basah lagi kena hujan. Oalah dasar hujan tiiitt.
Terlalu sekali, kita semua pasti merasakan hal yang sama. Siapa coba yang tidak kesal ketika jemuran yang sudah kering namun jadi basah lagi karena hujan? Tidak ada yang tidak kesal. Namun harus dengan cara itukah melampiaskan kekesalan kita? Seakan kita menganggap hujan adalah kesialan dan petaka. Sedang di sisi lain, masih banyak orang yang menanti turunnya hujan, masih banyak tumbuhan yang kering karena tak diperdulikan oleh pemiliknya.

Nyiram bungan enggan, hujan turun malah blingsatan. Hujan itu kebahagiaan bagi tumbuhan, terlebih tumbuhan yang tak berpemilik manusia. Bahkan hujan selalu dijadikan alasan untuk bermalas-malasan, itu pasti, karena sudah bawaan dari sananya. Dan menghujat hujan adalah salah satu bentuk kita tidak mensyukuri nikmat Allah, kita tahu apa jadinya jika kita tidak mensyukuri nikmat Allah, kan? Dan kita tahu kan apa yang akan dilakukan Allah kalau kita mensyukuri nikmatnya? Jadi, BERHENTILAH MENGHUJAT HUJAN!! Dan mulailah mensyukuri nikmat-Nya.

You Might Also Like

10 komentar

  1. satu lagi, kalo mau pesta kawinan tiba2 hujan. udah deh bakal dihujat maning tuh hujan xicici

    BalasHapus
  2. satu lagi, kalo mau pesta kawinan tiba2 hujan. udah deh bakal dihujat maning tuh hujan xicici

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hujan juga kadang dihujat karena diasumsi dapat membuat rindu ke mantan ka haha

      Hapus
  3. Manusia tuh memang begitu, tidak pernah menghargai sesuatu saat ia ada. Setelah kehilangan, baru sadar betapa ia berharga. Gua juga dulu sering ngomel2 soal hujan, cucian ga kering lah, naek motor jadi kehujanan lah. Eh pernah suatu kali di rumah gua mendadak tidak ada air, akhirnya selama lima hari mati-matian harus menampung air hujan untuk keperluan di WC hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kan, Kita ini manusia kadang suka khilaf hehe.

      Hapus
  4. Namanya juga manusia, jadi manusiawi banget tatkala mereka suka mengeluh. Dan aku pun terkadnag masih suka mengeluh, mengeluh tentang hujan dan tentang kenapa aku mesti komentarnya typo -_-

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Maaf mbak, baru belajar berkomentar. tadi sih banyak salah ketik.
    Salam kenal mbak. Blognya cantik, trus aku suka cara shut fotonya. keren.
    Oh ya mbak, izin jadi pengikut ya. follow balik ya mbak. terima kasih.

    BalasHapus
  7. Hhheheh....jngan merubah takdir mbaa....hhhhehhe :D justru hujan membawa berkah katanyaa....hhehe

    Salam blogger
    follback

    BalasHapus
  8. Hujan adalah berkah.. tanpa hujan bumi pasti kering keronta..
    Makanya kalau turun hujan Alhamdulillah.. Dan waktu itu pernah denger juga pas hujan turun sempatkan untuk memanjatkan do'a :)

    BalasHapus

Subscribe