Selasa, 18 Agustus 2020

Wonderful Papua Online Blogger Gathering, Menilik Kekayaan dan Kebudayaan Papua bersama EcoNusa


Papua menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat ingin aku kunjungi, minimal sekali seumur hidup. Dengan kekayaan alam dan kebudayaan yang unik, menjadikan Papua begitu sangat istimewa. Untuk lebih mengenal lebih jauh kekayaan dan kebudayaan Papua, aku beruntung bisa mengikuti Wonderful Papua Online Blogger Gathering yang diselenggarakan EcoNusa bersama Blogger Perempuan Network.


Gathering yang dihadiri oleh blogger-blogger dari seluruh Indonesia ini, diselenggarakan via Zoom. Senang sekali rasanya bisa terpilih menjadi salah satu blogger di Indonesia yang mewakili kota Medan dalam virtual gathering ini.


Menghadirkan tiga tokoh penting yaitu Bang Bustar Maitar, CEO EcoNusa. Bapak Kristian Sauyai, Ketua Asosiasi Homestay Raja Ampat dan Alfa Ahoren, perwakilan anak muda Papua yang akan membagikan pengalamannya menjaga kelestarian alam Papua.


Virtual gathering ini dimulai dengan Pemutaran video pendek dari EcoNusa berjudul “Magalufuk - Hutan Kami Hidup Kami”



Video ini menyampaikan betapa pentingnya hutan, ibarat ibu yang memberikan nafas panjang bagi banyak orang. Dengan menjaga dan melestarikan kehidupan yang ada di dalamnya, Papua jadi dikenal dan didatangi banyak orang. Masyarakat Papua percaya, dengan merawat alam dengan baik, maka alam pun akan memberikan kebaikan.


Kemudian dilanjutkan oleh Bang Bustar Maitar putera asli Jaya pura tepatnya di Pulau Sentani, saat ini adalah CEO EcoNusa.



Membahas Papua sebagai Destinasi Hijau, beliau menuturkan bahwa Papua sangatlah unik karena termasuk pulau terbesar di indonesia dam lokasinya terletak paling timur. Papua memiliki budaya yang berbeda dengan kebanyakan budaya daerah lain di Indonesia, menjadikan Papua sangat istimewa dengan destinasi hijau, dalam konteks ecowisata sebagai destinasi yang dikelola dengan cara bertanggungjawab oleh masyarakat itu sendiri, dikelola dengan bijak karena pengunjung yang datang ke destinasi hijau ikut menjaga kelestarian lingkungan di daerah tersebut.


Secara keseluruhan Papua didorong menjadi destinasi hujau karena harus menjaga hutan tetap bertahan, banyak spesies flora dan fauna seperti cendrawasih dan kasuari di hutan papua, tidak ada hewan besar seperti di sumatera dan kalimantan, hewan yang paling besar yaitu burung kasuari, menjadikan papua unik dari alamnya, belum lagi laut yaitu raja ampat. karang yang masih sangat bagus, dijaga oleh mastyarakat sekitar, dari segi bahasa, terdapat 250 bahasa di tanah papua, di beda gunung saja sudah berbeda bahasa.


Oleh karena itu destinasi papua bisa dinikmati seluruh dunia, yang datang harus mau menjaga destinasi itu supaya bisa dinikmati terus menerus juga memberikan keuntungan bagi masyarakat di daerah tersebut, makanya bila berkunjung ke Papua, sangat disarankan untuk menginap di homestay karena sangat membantu masyarkat sekitar, bukan di resort. Karena di resort tidak menguntungkan masyarakat. Menjaga alam dan lingkungan inilah makna dari destinasi hijau, bukan sekeaar datang melihat keindahan dan merusak alam, tapi nikmati dan jagalah alamnya.


Bila ingin berkunjung ke Papua untuk pertama kalinya, Bang Bustar merekomendasikan untuk melihat langsung The Bird Of Ballerina di Pengunungan Arfak Manokwari, lokasi tersebut menjadi salah satu tempat dimana terdapat Burung Cendrawasih bisa menari seperti penari ballet. Berkunjunglah ke Papua sebelum semua hilang sama sekali.


Diskusi berlanjut ke Bapak Kristian Sauyai, Ketua Asosiasi Homestay Raja Ampat



Daya tarik raja ampat bila dikaitkan dengan ecowisata, ada beberapa hal di raja ampat yang bisa dilihat yang membuat ecowisata raja ampat sangat menarik perhatian wisawatan:

1. Hutan yang masih asri

2. Laut masih bersih dan karang yang indah

3. Keindahan pulau


Raja Ampat memiliki Homestay yang dibikin dengan konsep ramah lingkungan, namun mengelola homestay di Raja Ampat memiliki polemik seperti pemahaman bahasa, sangat berpengaruh karena wisawatan yang datang dari luar negeri. Wisawatan bisa menjadi bosan karena tidak adanya interaksi dengan masyarakat sekitar terutama pengelola. Selain itu, semakin banyak resort yang menjadi persaingan dengan homestay, kurangnya fasilitas alat-alat snorkling/diving di homestay, sedangkan wisatawan menginginkan fasilitas tersebut. Karena semakin lengkap fasilitas, wisatawan semakin ramai.


Pesan penting dari Bapak Kristian Sauyai, untuk tetapi menjaga kebersihan di Raja Ampat, karena Raja Ampat bukan Raja Sampah. Jangan bawa sampai dari luar, lalu ditinggalkan di Raja Ampat.


Selanjutnya ngobrol santai dari perspektif anak muda dengan Alfa Ahoren, perwakilan anak muda Papua yang akan membagikan pengalamannya menjaga kelestarian alam Papua.



Papua sangat kaya akan flora da fauna, hutan adalah rumah mereka. Yang harus kita lakukan menjaga hutan tetap lestari, jika ditebang dengan pembangunan lainnya, kita tidak akan bisa melihat keindahan Papua yang membuat papua unik di mata dunia. Kita tidak akan bisa melihat cendrawasih menari indah dengan pujian para wisatawan yang bekunjung ke tanah Papua, ekosistem flora dan fauna harus dijaga, bagi masyarakat papua juga harus dijaga, karena mereka hidup berdampingan dengan alam, semua yang bisa dilakukan sangat bergantung dengan alan. Masyarakat papua identik dengan alam, jati diri papua adalah hutan. Untuk menjaga kelestarian Papua, kita harus memiliki rasa memiliki dan rasa cinta terhadap Papua.



Terima kasih Blogger Perempuan Network, atas kesempatan mengikuti virtual gathering yang sangat luar biasa ini. 

8 komentar:

  1. bangga banget dengan Papua...

    BalasHapus
  2. Mereka itu unik, kebudayaan dan alam mereka rasanya berbeda, pasti tenang banget netap di sana,.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, aku yakin banget tenang bgt tinggal di sana.

      Hapus
  3. Aku juga pengen ikut gathering gitu kak.

    BalasHapus
  4. Sebangga itu sama Papua, serius apalagi pas kmren viral soal Papua, rada kesel sama yg sepelein papua.

    BalasHapus