Kamis, 24 Juli 2014

# RELATIONSHIP

Hubungan Kita, Mau dibawa Kemana? #LDR

Ini malam ke-27 Ramadhan 1435 H, malam di mana orang kata di malam inilah akan datangnya Lailatul Qadar. Coba lihatlah di kebanyakan masjid di sekitar anda, pasti banyak kaum adam yang “bersemedi” alias meraup pahala yang kita yakini seperti pahala seribu bulan. Namun ketika orang-orang pada menyibukkan diri untuk mendapatkan pahala seribu bulan, aku masih di sini. Bertanya pada kipas angin yang berputar, bertanya lagi pada desahan nafas adikku yang pulas. Ah, ada apa dengan diriku, Sedang apa aku sekarang? Menulis catatan yang mungkin pemeran utamanya saja tak sadar kalau hari ini aku tengah merindu dan memikirkannya.

Entah apa yang aku fikirkan malam ini, yang aku tahu aku hanya ingin menulis. Menulis tentang kepastian mau dibawa kemana hubunganku dengan seseorang yang mengaku mencintaiku seorang.
Minggu-minggu terakhir, semua kepastian itu seakan pudar. Semua manis itu seakan hambar. Entah hanya aku yang merasakannya, entah kau juga. Aku tidak tahu siapa sebenarnya yang berubah, aku atau kau. Mungkin keadaan yang membuat kita berubah, seperti yang kau katakan padaku lewat pesan singkatmu sore tadi. Aku enggan membalas, menggangkat telfon, ataupun jenis kontak lainnya. Aku seperti sudah sampai di titik lelahku. Mungkin aku butuh istirahat. Entah sampai kapan. Sampai aku tersadar bahwa hubungan ini tidak ada ujungnya.
Hei, kau pasti tahu sudah berapa lama mata kita tak beradu, sudah berapa lama jemari kita tak tersentuh. Bahkan sudah berapa lama bahumu tak tersandari peluhku. Sejak September lalu, benar kan? Sejak kita sepakat untuk mengejar mimpi kita, mengejar sukses kita dan menancapkan kesetiaan kita pada hubungan ini. Hubungan yang entah kenapa bisa terjalin tanpa terlihat wujud manusianya. #LDR
Mungkin bukan kau, mungkin memang hanya aku yang merasakannya. Komunikasi yang hilang. Padahal, kemarin-kemarin kau marah sekali ketika sehari saja tidak ada kabar dariku. Lah sekarang, sehari full tanpa kabar pun kau terlihat biasa saja. jadi sudah bisakah aku beranggapan bahwa kau sama saja dengan pria LDR lainnya? Yang mengaku akan kembali dengan sebongkah cinta di hati, namun kabar sama sekali tak terpenuhi. Haaa, aku harus berkata apa lagi? Untuk apa membina hubungan, kalau membina komunikasi saja masih percuma.
Semua janji yang dipupuk matia-matian, akankah berbunga mekar dan berbuah? Ataukah akan layu termakan kejamnya musim kemarau?
Sekalipun kita bertahan, namun jika tanpa komunikasi yang pasti. Hubungan kita, mau dibawa kemana? Sehebat-hebatnya pekerjaan kau di sana, tidak akan ada apa-apanya tanpa komunikasi yang baik. Ingat! Komunikasi.

Gelisah Ketika Malam Beringsut Pergi
Menanti Fajar yang Mulai Menguntit Diri
Selamat Datang 25 Juli 2014

Ada yang Sedang Aku Nantikan tapi Tak Terlalu Aku Harapkan

26 komentar:

  1. cieee yang LDR, tapi katanya digantungin yaa :D
    hehe tulisannya keren dek :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, ini perkara punya tp ngerasa gk punya Bang. Ini hati bukan layang-layang, ini hati bukan jemuran. Eaak. Makasih ud mampir ya standuper :p

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. ini mah bukan surat terbuka untuk jokowi *salah fokus* #kabuuurr... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang bukaaaan *efek puasa ya, makanya gitu. Tp makasih ud mampir :)

      Hapus
  4. wahh keren keren memang tak mudah menjalin ldr tpi sesunghhnya lebih tk mdh mengerti apa sih sayang itu apa sih cinta itu brulang kli kita mungkin telah mengucapkn aku cinta kamu aku sayang kamu aku gak akan pergi tapi ternyata yang mengucap itu tiba" pergi hingga akhirnya kita menanyakan kediri kita sndiri apa salah kita ?kenapa jadi begini? sesungghnya bukan hubungn yg slh tpi diantara diri mnusia pny pribdi yg berbda" jadi cinta itu bukan untuk pamerkan tpi ketika brni menjalin cinta mk kmu hrus trus bljr mngerti n bljr tntng cinta :-P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah masalahnya Mas. Saya ini msh unyuk banget soal cinta :p jdi msh hrus banyak belajar :) terimakasih sudah mampir. Mas share twitnya mas dong. Saya mau tanya soal masalh blog sy. Trimakasih :)

      Hapus
    2. bnyk orng mmpunyai persepsi berbeda" tntng cinta tpi ssughnya cinta n syng itu bkn sumber dri masalah tpi krena cinta kita akan bljr lbh dews,bljr arti khdupan dll so ttplh hidup dngn segala anganmu ykinlah jk tk ad mndung mk tak akan ad hujan seperti halnya khdupan jk tk ada mimpi mk ap guna hidup .SMILE TO THE WORLD

      .gak punya twit :-P lewt fb aja punya kan?hehe

      Hapus
    3. Wuih pagi menjelang siang dapat pencerahan. Asiik. Ud saya inbox di fb pun mas dri td. Tp fbnya kok gk bisa di add?

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. Percuma dihapus. Ud kebaca dluan :p

      Hapus
  5. Salam blogger dari tanah Borneo............................

    BalasHapus
  6. hei udah jadi lo coba liat disini http://demoagne.blogspot.com/ bagaimana mnrtmu?

    BalasHapus
  7. Menurutku ada dua hal yang terpenting dalam LDR yaitu komunikasi dan rasa saling percaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya iya. Seandainya org LDR-an sadar akan dua hal itu. Aman dunia euuy..

      Hapus
  8. Komunikasi dan Saling ngerti kondisi yang lain.
    siapa tahu yang lain di sana terlalu sibuk sehingga enggak bisa komunikasi ( sibuk dengan yang baru >:-) )


    -Pria (mantan) LDR lainnya-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuihh, ini dia kenyataan yg terjadi pada hubungan tragis ini. Hiks. Ada wanita ganjen di luar sana. Ampuuun wanita.. Macam kecil kali Indonesia nih. Ooh ini mantan LDR lainnya itu, wkwk

      Hapus
  9. Eh, terpisah komplek gitu masuk LDR gak? Sebelahan sih kompleknya. :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaloh ka nonk. Beda fakultas pun itu LDR, skalipun satu kampus. Wkwk

      Hapus
  10. Tapi kalau udah jadi mantan, masih LDR apa gimana sih? hahaaa

    BalasHapus

Follow Me on Instagram @agnesiarezita