Rabu, 27 Oktober 2021

Caraku Berkontribusi untuk Mitigasi Perubahan Iklim Bumi

 



Dulu aku pernah menyesali diriku yang tidak bisa naik kendaraan pribadi, hingga menjadikanku kemana-mana harus naik kendaraan umum, tapi sekarang aku menyadari kalau kebiasaanku ini sedikit berdampak pada kesehatan bumi, mungkin terlihat sepele, tapi aku bangga sebagai mudi telah berkontribusi bagi perubahan iklim untuk bumi.


Sebenarnya apa sih mitigasi perubahan iklim? menurut KBBI, mitigasi adalah tindakan mengurangi dampak bencana. Nah kita sebagai manusia yang tinggal di bumi, sudah seharusnya memiliki kontribusi untuk mitigasi atau melakukan tindakan mengurangi dampak terhadap perubahan iklim.


Menurut wikipedia, mitigasi perubahan iklim merupakan suatu usaha untuk mengurangi resiko terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca. Mitigasi tersebut telah dicoba baik dari pemerintahan dan kelompok pecinta lingkungan. Menurut data, tiga negara yang paling banyak menyumbang emisi gas rumah kaca yaitu, Amerika, Cina, dan Indonesia.


Negara kita tercinta ini menjadi salah satu negara penyumbang emisi gas rumah kaca paling banyak loh. Jadi sebagai warga negara yang baik dan manusia yang ingin tinggal lebih lama di bumi, inilah salah satu bentuk keharusan kita dalam menjaganya. Ada banyak cara, tinggal pilih sesuai kemampuan saja. Hal kecil apapun pasti akan berdampak baik, jika kita konsisten dan melakukannya bersama-sama.


Perubahan iklim seperti pemanasan global ini telah menyebabkan perubahan musim yang ekstrim seperti musim kemarau yang kekeringan dan musim penghujan yang berakibat banjir juga longsor. Tidak hanya itu, pemanasan global ini juga menyebabkan badai, angin kencang dan gelombang tinggi di pantai, jujur aku sangat mengkhawatirkan para nelayan bila mengingat gelombang tinggi ini.


Contoh kecil kontribusi yang aku lakukan adalah dengan NAIK BUS/KENDARAAN UMUM. Jika kita mau bersama-sama melakukannya, kita tidak hanya bisa mengembalikan udara bersih di sekitar tapi juga mengurangi kemacetan. Sudah terbukti bukan saat hari libur nasional seperti idul fitri, masyarakat mengurangi intensitas penggunaan kendaraan pribadi di kota, langit terlihat cerah karena tidak berawan, udara lebih sejuk karena berkurangnya asap motor/mobil.


United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) menetapkan enam jenis gas rumah kaca yang dihasilkan oleh tindakan manusia: Karbondioksida (CO2), Metana (CH4), Nitro Oksida (N2O), Hydrofluorocarbons (HFCs), Perfluorocarbons (PFCs) dan Sulfur hexafluoride (SF6)


Tingginya tingkat penggunaan kendaraan pribadi yang berbahan bakar bensin atau solar, ini sangat berdampak buruk bagi lingkungan karena telah meninggalkan jejak karbon atau menghasilkan emisi karbondioksida (CO2) lepas ke udara, perjalanan sejauh 1km saja bisa menghasilkan emisi sebanyak 200 gram CO2. Bayangkan jika perjalanan jauh dengan jumlah kendaraan yang memenuhi jalan kota setiap harinya.


Pemerintah pun sudah menyediakan bus gratis dengan fasilitas yang sangat mumpuni seperti adanya AC dan halte yang banyak, jujur ini sangat membantu sekali. Inilah cara kita untuk mengurangi dampak buruk lingkungan dan perubahan iklim agar kita bisa sama-sama mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan sendiri dari aktifitas kita.


Namun kita menyadari bahwa menggunakan kendaraan umum memerlukan transisi gaya hidup yang tidak mudah, tapi bisa kita lakukan dengan tidak setiap hari menggunakan kendaraan pribadi. Mungkin bisa dengan cara sederhana bila mau beratifitas lebih dari 2 orang bisa menggunakan kendaraan pribadi, bila hanya sendiri bisa menggunakan bus, ini cara sederhana yang sangat membantu.


Jika kontribusi ini kita lakukan bersama-sama dan konsisten serta berkelanjutan, bukan tidak mungkin kita dapat muwujudkan masyarakat rendah karbon atau low carbon society dan tentunya berdampak nyata terhadap perubahan iklim untuk bumi.


Aku #MudaMudiBumi bersumpah #UntukmuBumiku akan akan menggunakan kendaraan umum dalam melakukan aktifitas sehari-hari demi perubahan iklim bumi yang lebih berarti #TimeforActionIndonesia

1 komentar:

  1. Iya dulu rasanya sedih ya kudu naik angkutan umum melulu sekarang menikmati karena merasa tirit andil menyumbang untuk bumi yang lebih baik

    BalasHapus