Sunday, December 4, 2016

# POEMS

PUISI Agnesiarezita di Harian Analisa - 16 November 2016

PUISI Agnesiarezita di Harian Analisa - 16 November 2016
Mengadu Kepada Bapak
Agnesiarezita
Pak, petang kemarin hujan datang dengan gagah

pikirku siapa yang datang mungkin menjemput senja
nyatanya hujan menjemputmu lantang
ah, siapa dia berani-beraninya
merebutmu dariku yang sedang sayang-sayangnya
pak, jelaskanlah!
sore kemarin kalian kemana?
kenapa hari ini belum kembali?

Rumah Duka, Oktober 2016

Meretas Hujan
Agnesiarezita
Suatu ketika hujan datang (lagi)
mengguyur tandus hatimu yang gersang

aku termangu sebab menunggu semi

hujan kan hilangkan cemas, katamu

kataku, hujan malah membuat rinduku kian sembilu

benar saja, berkali-kali hujan kuretas pecah
kau tak datang jua
Rumah Duka, Oktober 2016

Dengan atau Tanpamu
Agnesiarezita
PUISI Agnesiarezita di Harian Analisa - 16 November 2016
Malam itu di tengah kota pada hujan deras mendera
masih kurasa hangat genggammu diantara rumung manusia
pun masih kurasa kini
meski saat terbangun dari lamunku
tak ada tanganmu genggam aku
Medan, Oktober 2016

Pertemuan Sepasang Mata
Agnesiarezita
PUISI Agnesiarezita di Harian Analisa - 16 November 2016

Terkadang aku ingin menjadi matamu
yang saat aku tak terjaga; selalu menjagaku

yang saat kudapati matamu; seolah acuh

aku ingin tahu bagaimana caramu memperhatikanku
ketika sepasang mata kita bertemu
Medan, Oktober 2016


Baca puisi teman-teman lainnya di sini :)  

2 comments:

  1. Bagus-bagus... dan yg soal bapak itu bikin saya keinget bapak juga jadinya. Hehe
    Anyway, salam kenal Agnes. :)

    ReplyDelete

Follow Me on Instagram @agnesiarezita