Sabtu, 27 Desember 2014

# JOURNALISTIC

Hujan Air Mata di Pengukuhan Amang Dinamika 2014

Detik-detik Pengumuman Kelulusan
Membaca judul postingan in, maka sudah bukan barang asing lagi kata itu dalam dalam pengukuhan anggota magang di setiap tahunnya, air mata. Tidak jauh beda seperti pengukuhan angkatanku tahun 2011 lalu. Air mata selalu jadi pengiring saat detik-detik pengumuman kelulusan menjadi kru muda dibacakan.
Tiga bulan lamanya, puluhan kepala disatukan dalam satu rumah yang kami sebut Dinamika, Lembaga Pers Mahasiswa yang ada di UIN Sumatera Utara. Rumah yang mendidik tanpa seorang ayah serta menyanyangi tanpa seorang ibu. Rumah yang dengannya kami mengenal bahwa dunia dalam cakupannya tidak pernah mengenal kompromi. Pelatihan demi pelatihan telah terlewati, tugas demi tugas pun sudah diembani. Tibalah saat pengujian ilmu yang selama ini mereka pelajari.
Menuju Mess
Sibolangit menjadi tempat yang tak asing bagi kami kru lama, setiap tahun selalu mengadakan pengukuhan di bumi perkemahan ini. Tepat di PTPN VI, kami menyinggahi mess dengan latar pemandangan pegunungan yang indah serta disuguhi dengan rinai hujan yang membasahi saban hari.
Diskusi bersama Alumni
20 Desember 2014, sabtu siang semua kru dan anggota magang sudah sampai di mess. Dilanjutkan dengan makan siang serta perkenalan dengan alumni dan pengarahan tentang rencana pengujian dan pengukuhan esok hari. Hingga sabtu sore, anggota magang diajak bermain games untuk menguji kekompakan dan menumbuhkan rasa saling memiliki antar anggota magang, yang sebenarnya sudah mereka miliki sejak jauh-jauh hari. Sama seperti pengukuhan yang lalu-lalu, anggota magang akan diminta untuk membuat yel-yel yang spontan mereka rangkai seketika kelompok telah dibagikan. Untuk menguji kesigapan mereka dalam menjalankan instruksi.
Games Menyambung Sarung
Sore itu hujan datang untuk kesekian kalinya di bulan Desember. Tapi hujan tidak menyurutkan semangat mereka untuk menampilkan yel-yel yang telah mereka buat, juga tidak menghalangi mereka dan semua kru untuk bermain bersama dalam games yang tentunya akan membuat mereka tidak menyangka bahwa tawa inilah yang menjadi pembuka tangisan mereka esok hari.
Malam Persembahan
Saat malam tiba, hujan sudah mulai reda, namun gerimis perlahan mendatangkan gigil yang membuatku semakin mencintainya. Iya dia, hujan. Setelah makan malam dan sharing tentang kesan pesan selama menjadi anggota magang, masuklah pada sesi hiburan yang lumayan membuat sedikit menyungging senyum. Yaaaa, lumayanlah (walau sebenarnya aku akui membuat aku tertawa riang). Penampilan anggota magang yang begitu terencana membuatku sadar bahwa mereka benar-benar mempersiapkan semuanya dan tulus ingin ada di dalam rumah ini (read: Dinamika). Penampilan drama, pembacaan puisi, stand  up comedy hingga bernyanyi bersama membuat semua kru terhibur dan lupa kalau kami tengah kedinginan.
Nah, setelah malam semakin larut. Tiba-tiba ada beberapa anggota magang yang membuat ulah. Bertengkar di depan semua kru dan di depan alumni, mengasingkan diri dan menangis tidak karuan. Lah, semua panik, dalam keadaan kalut bagaimana mungkin bisa menguji anggota magang di tengah gelapnya hutan sibolangit ini. Daaaaaaaaaaaaan, setelah semua kru panik dan memutar otak untuk mencari solusi. Eh, ternyata cuma akting untuk ngerjain kru. *PLAKKK* dih bikin naik pitam. Mana manaa anaknya, uda emosi kakak deeek, akting pulak katanya. Sontak semua kru emosi, tidak terima dikerjai sama anggota magang yang belum apa-apa sudah buat ulah. Mess terdengar gaduh, para kru senior mulai marah. Gemuruh hujan pun tak menandingi marahnya kru saat itu.
Nah, sebagai hukumannya. Tidak ada waktu untuk tidur bagi anggota magang. Sesi pengujian di mulai saat itu juga. Maka kru yang terlibat menjadi penguji mulai tersebar di tengah hutan. Termasuk aku. Lah, meskipun sudah terbiasa ada di tempat ini, sekalipun sudah hafal rute-rutenya, yang namanya tengah malam, ya takut juga. Ditambah hujan deras, apalagi suara anjing yang menggema. Kan mitosnya kalau ada suara anjing berarti ada hantu mendekat tuh, aihhh untung di tim ku ada si Fajri, satu-satunya laki-laki di pos 1 yang diisi oleh aku, dwi, weni dan si Fajri ini. Maka habislah dia jadi tempat berlindung dari ketakutan, (ah, menang banyak kau fajriiiii…)
Sebelum anggota magang menghampiri pos kami, terlebih dahulu kami berdoa dan memohon perlindungan dari yang maha kuasa. Bagaimana pun, kami tengah ada di kampung orang, di hutan, tiada lampu, tiada bintang apalagi bulan yang menerangi, ditambah hujan lagi. Jaket pun sudah tak berfungsi lagi sebagai penghangat. Ah, senanglah aku main hujan malam-malam gini, kalau di Medan mah mau mandi hujan malam-malam diteriakin Mama, huhu. Maka dari itu aku sangat menikmati, yeeaah.
Waktu menunjukkan pukul 01.00 WIB. Semak belukar serta rumput yang basah sedikit banyak membuat ketakutan pada pacat. Bagaimanalah tidak trauma, beberapa tahun lalu, kakiku habis menjadi santapan pacat, bukan gak ngeri tuh haa, jerit-jerit pun jadi. Maka seharusnya kita menyiapkan sepatu anti pacat. Dan kalau perlu mantel kepompong, supaya bisa tidur selama menunggu anggota magang datang. *loh*
Anggota magang dibagi menjadi tujuh kelompok, sesuai pos yang ada. Tujuh pos berisi pos pengetahun umum, pos tentang UIN, pos kedinamikaan, pos kejurnalistikan, pos kreatifitas, pos kepenulisan dan yang terakhir pos yang paling ngeri yaitu pos mental. Setiap kelompok harus mendatangi pos yang telah tersebar di hutan, dengan rute acak namun tetap terarah. Di tengah hutan, anggota magang tidak akan tersesat, kami juga gak setega itu ninggalin anggota magang sendirian di tengah hutan yang rutenya belum mereka ketahui, maka kami menyebar beberapa kru yang menjadi penunjuk jalan, namun anggota magang tetap harus mencari posnya sendiri.
Hujan yang seakan ikut menguji pun akhirnya reda seketika saat fajar mulai datang, maka saat itu pula bintang bertebar menghiasi langit. Begitu terangnya hingga terlihat beberapa kali bintang jatuh langsung dengan mata kepalaku, aku juga seperti melihat bintang yang berjalan atau mungkin hanya halusinasiku, padahal mungkin itu pesawat. Ah, yang penting langit malam itu indah. Seindah suasana hatiku *ttsaaaaaa
Setelah melewati tujuh pos. Aku tidak akan menceritakan bagaimana suasana posnya, kalian tahu sendirilah. Ingat saja peraturan senior ini, pasal satu senior tidak pernah salah. Pasal dua, jika senior salah maka kembali ke pasal satu. Haha, maka bayangkan sendiri bagaimana mereka melewati pos-pos tersebut, terlebih pos mental. Haduuhh..
Siapa yang Pantas Lulus jadi Kru Dinamika?
Minggu pagi. Matahari semakin meninggi, embun mulai tergelincir dari pelataran daun dan luruh ke rerumputan lalu pecah di pelataran tanah. Selesai pengujian dan selesai sarapan serta berbenah. Masuklah pada sesi terpenting, pengukuhan dan pengumuman kelulusan anggota magang yang akan menjadi kru muda.
pada deg-degan nih :D
Berpelukan bisa menenangkan perasaan sedih, katanya :)
Ini nih Pria maco berhati kupu-kupu :p
Sedihnyaaa..
Meleleh haaa..
Huaaaa..
Laki-laki nangis itu keren ya..
Di sinilah rasa solidaritas anggota magang akan diuji, saat dimana merelakan dirinya tidak lulus demi teman yang baru dikenalnya di Dinamika ini, juga saat dimana memilih seseorang yang pantas dan tidak pantas menjadi kru muda.
Nah, aku juga tidak akan menceritakan kronologi bagaimana proses kelulusan. Yang pasti suasana ini sangat mengharukan. Bukan hanya anggota magang yang bercucuran air mata, kru pun ikut meleleh. Terlebih aku. Bagaimana tidak meleleh, tiga bulan bersama dan mengikuti pelatihan serta mengerjakan tugas bersama-sama, jauh-jauh ke sibolangit ternyata tidak lulus. Belum lagi rintangan yang didapat saat meminta izin pada orangtua untuk mengikuti pengukuhan. Wah, semua itu sudah aku alami, meraung-raunglah kalau ternyata tidak lulus. Begitulah yang mereka rasakan, hingga terlihatlah betapa terseduh-seduhnya mereka kehilangan teman sejawat sesama anggota magang.
Ini yang LULUS
Setelah semua prosesi usai, maka seperti tradisi setiap tahunnya. Akan ada kru yang diceburkan. Bisa karena dia ulangtahun, atau karena sesuatu penghargaan yang membuat dia layak untuk dibully. Haha. Nah, korban tahun ini adalah Bang Almi, alumni yang berulangtahun dan baru saja menyelesaikan S1 nya bulan lalu. Dia ini juga mantan pimpinan umum loh. Hoho puas deh ngerjain bang Almi.
Alumni dibully haha
Selamat untuk anggota magang yang lulus menjadi kru muda. Pesan kakak, jika nanti kalian lengah, bosan atau berniat meninggalkan rumah kita (Dinamika). Maka ingatlah bagaimana perjuangan kalian selama tiga bulan mengikuti pelatihan dan mengerjakan tugas-tugas, perjuangan kalian selama melewati tujuh pos di tengah malam sibolangit, air mata yang berucucuran dan betapa beruntungnya kalian yang lulus sedangkan di luar sana puluhan mahasiswa yang tidak lulus ingin ada di posisi kalian. Maka pikirkan lagi bila rasa cinta kalian pada Dinamika mulai pudar.
Orang dapur juga mau eksis ^^
Ingatlah hari ini.. #SayangDin
SELAMAT DATANG DI DUNIA TANPA KOMPROMI.
Dinamika, Membawa Makna Meraih Cita. Salam Pers!!

4 komentar:

  1. Ahahaha... Keren-keren. Feel nya dapet banget pas bacanya. Hehehe. Sukses deh buat dinamika. Itu jahat ga sih, mampangin foto perempuan ingusan gitu? :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, haha gpp kan senior gk pernah salah. :)

      Hapus

Follow Me on Instagram @agnesiarezita