Sosialisasi Antisipasi Problematika Media Siber

19.20.00

Bandar Lampung, Dinamika Online.  Dewasa ini, perkembangan media siber atau yang biasa disebut media online sangatlah pesat. Bahkan Budi Santoso Budiman selaku editor LKBN (Lembaga Kantor Berita Nasional) Antara Lampung mengatakan dalam materinya pada pelatihan Pekan Jurnalistik Nasional yang di adakan UKPM (Unit Kegiatan dan Penerbitan Mahasiswa) Teknokra Universitas Lampung (26/5), bahwa sanya peran serta media cetak nantinya akan tenggelam seiring dengan semakin efektifnya kinerja media siber yang selalu update dan mudah diakses.

Di awal materinya, Budi terlebih dahulu menyampaikan fakta yang terjadi terkait dengan maraknya penggunaan internet, “Hasil penelitian Kemenkominfo bersama UNICEF dan Harvard University menemukan pada tahun 2013 bahwasannya 98% anak-anak dan remaja telah mengenal internet, dan 79,5% adalah pengguna internet.” Terangnya.
Dari fakta tersebut terlihat bahwa media siber seakan memutar haluan peminat baca media cetak menjadi peminat media siber yang kini notabenenya adalah anak-anak dan remaja. Terkait perkara penyampaian berita, media siber tidak selamanya memberikan dampak baik dalam redaksi berita-beritanya, maka dari itu di dalam pelatihan yang diadakan di Aula BPKB (Balai Pengembangan Kegiatan Belajar) Lampung ini, Budi menyampaikan snecara detail problematika Media siber dan antisipasinya.
Problematika media siber tersebut diantara lain, banyaknya terjadi plagiarisme yang mengkombinasi tulisan-tulisan dari banyak media lalu dikumpulkan menjadil satu berita tanpa mencantumkan sumber medianya. Kemudian minimnya konten dan isi media yang tidak variatif, pengelola media siber yang tidak berkompeten dan kurang profesional serta  managemen website yang kurang kompetitif.
Berangkat dari problematika tersebut, Budi mensosialisasikan bagaimana mengantisipasi problematika media siber agar media yang tengah dikelola dapat berkembang dengan baik, termasuk media siber yang dikelola oleh masing-masing lembaga pers yang tengah hadir mengikuti pelatihan ini.
Setelah memaparkan problematika yang berkembang di dunia online, antisipasi yang disampaikan Budi adalah mencakup kecepatan, keakuratan, kelengkapan serta konten-konten penting dalam media siber. Karena pada dasarnya media siber adalah media yang mengusung informasi dalam jangka waktu yang sangat cepat, maka dari itu pengelola media siber dituntut untuk selalu lihai dalam memanagemen website dengan baik, termasuk memanagemen tayangnya berita di media siber.
Tidak hanya sekedar cepat dalam menayangkan berita, namun keakuratan juga sangat urgen dalam penayangan. Mengingat banyak berita yang naik di media siber hanya sekedar mengandalkan kecepatan, tanpa memperhatikan keakuratan berita tersebut sesuai fakta atau tidak. Termasuk juga kelengkapan serta keberimbangan dari beberapa narasumber yang terkait di dalam berita tersebut.
Lebih lanjut Budi menyampaikan bahwa dalam mengelola media siber yang baik dibutuhkan standar News Value,  mengingat fungsi pers dan media adalah sebagai sarana informasi yang sekaligus sebagai media pembelajaran, media hiburan, sarana mengkritisi serta kotrol sosial. Media siber harus memiliki standar berita yang memiliki konten penting bagi pembaca, memiliki dampak, memiliki keunikan, penyampaian konflik dengan sesuai fakta dan kebenaran, serta standar konten tokoh-tokoh terkemuka.
Pelatihan yang di hadiri oleh 20 perwakilan pers mahasiswa se-Indonesia ini menjawab rasa penasaran para calon-calon jurnalis masa depan tersebut dalam pengelolaan media siber. Terlihat antusias dari masing-masing peserta, terbukti dengan dilontarkannya beberapa pertanyaan. Seperti Kasdar, Pers Mahasiswa asal LPPM Profesi Universitas Makasar yang menanyakan, “Sejauh mana batasan media siber dalam mengambil ilustrasi atau foto dari media lain yang bukan hasil dari reporter itu sendiri?”
Budi menerangkan, jika ilustrasi atau foto yang diambil dari media lain lebih dari 30 persen, maka media yang mengambil tersebut harus mencantumkan nama media dimana reporter mengambil iustrasi atau foto. “Namun pada dasarnya, setiap berita yang mengutip haruslah meminta izin terlebih dahulu dari yang punya berita, foto atau ilustasi yang kita jadikan kutipan.”
Pelatihan yang dimulai sejak pukul 13:00 WIB tersebut ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada Budi Santoso Budiman yang diserahkan oleh Pemimpin Umum UKPM Teknokra Unila tepat pukul 16:00 WIB.
Reporter dan Foto: Rezita Agnesia Siregar

You Might Also Like

1 komentar

  1. Karena gonta-ganti template. Semua komentar di post ini hilang. Silahkan tinggalkan komentar ya ^^ Terimakasih untuk komentar anda di postingan ini :)

    BalasHapus

Subscribe