Selasa, 04 Februari 2014

[Resensi] Novel Moga Bunda Disayang Allah Karya Tere Liye

Februari 04, 2014 3 Comments
Dibalik Kesulitan Pasti Ada Kemudahan


Judul               : Moga Bunda Disayang Allah
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : Republika
Cetakan           : XV, November 2012
Tebal               : vi, 306 Halaman
ISBN               : 979321079-6
Baginya hidup hanya gelap, hitam, tanpa warna. Baginya hidup hanya senyap, kosong, tanpa suara. Adalah Melati, putri tunggal pasangan Bunda HK dan Tuan HK, keluarga terkaya dan tersohor di kotanya. Melati, siapapun yang belum mengenalnya pastilah akan menatapnya gemas, ingin sekali mencubit pipi tembamnya, tapi tidak ketika tahu bagaimana perangai Melati sejak peristiwa tiga tahun lalu itu. Melati sempurna terputus dengan dunia, tidak bisa melihat indahnya dunia apalagi mendengar sekitarnya, semua terasa gelap dan tak bersuara. Bahkan Melati suka marah-marah dan sulit dikendalikan.Kebahagiaan keluarga HK seketika musnah sudah.
Tetapi Bunda tidak pantang menyerah, selalu bersimpuh di sepertiga malam di mana janji-janji itu ia percaya akan benar-benar jadi kenyataan. Suatu saat Janji-Mu pasti akan tiba. Bukankah Engkau sendiri yang menggurat kalimat itu dalam kitab suci? Sungguh! Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. (h. 38) Entah karena firasat apa, Bunda gigih sekali ingin Karang menjadi guru bagi buah hatinya, Melati. Tapi getaran itu benar-benar ada, percaya bahwa Karang mampu mewujudkan semua mimpi-mimpi bahagia itu.

Jumat, 31 Januari 2014

[Resensi] Novel Eliana, Serial Anak-Anak Mamak Buku-4 Karya Tere Liye

Januari 31, 2014 1 Comments
Betapapun Lemahnya Perempuan, Jangan Remehkan Mereka


Judul                : Eliana, Serial Anak-Anak Mamak Buku-4
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : Republika
Cetakan           : II, Agustus 2011
Tebal               : iv, 520 Halaman
ISBN               : 978-602-8987-04-2
Eliana, gadis sulung dari empat bersaudara. Memiliki dua adik laki-laki bernama Pukat dan Burlian serta satu adik perempuan yang lucu bernama Amelia. Gadis kecil kelas enam Sekolah Dasar ini sedari awal tidak tahu apa nama cita-citanya, yang pasti gadis kecil Si Pemberani ini selalu ingin bercita-cita menjadi pembela kebenaran, memihak pada mereka yang tertindas dan menolong mereka yang lemah. Entah apapun nama profesinya kelak, Eliana ingin menjadi Pembela semua orang yang membutuhkan bantuan dan yang teraniaya.
Seperti yang saya katakan, Eliana adalah gadis kecil yang tidak pernah takut akan hal apapun. Termasuk membentak dan memarahi pejabat tinggi. Seperti ketika Bapak dan tetua kampung menghadiri pertemuan di kota kabupaten tentang akan datang orang-orang kota yang akan mengeduk pasir di sungai mereka, dan ketika pejabat tinggi itu mengina Bapak karena suatu hal, Eliana tak kuasa menahan amarah, Eliana tidak akan pernah rela jika Bapaknya dihina hanya karena miskin (Kau Anak Pemberan-1, h. 1). Sedari awal, Eliana tidak pernah suka dengan siapapun orang kota yang datang ke kampung untuk urusan merusak hutan. Menebang pohon-pohon, mengeduk pasir hingga kandas, semua itu merusak populasi ikan di sungai, semua itu mengakibatkan ikan tidak betah lagi berada di kampung mereka, merusak ladang warga, musnah semua.

Selasa, 28 Januari 2014

[Resensi] Novel Burlian, Serial Anak-Anak Mamak Buku-2 Karya Tere Liye

Januari 28, 2014 3 Comments
Berani Bermimpi Meski Dengan Keterbatasan Ekonomi


Judul                : Burlian, Serial Anak-Anak Mamak Buku-2
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : Republika
Cetakan           : IV, Oktober 2011
Tebal               : vi, 342 Halaman
ISBN               : 979979110268-1

Burlian, Si anak Spesial yang Percaya Diri adalah anak kedua dari empat bersaudara. Memiliki dua kakak bernama Eliana dan Pukat serta satu adik bernama Amelia. Di episode selanjutnya saya akan membahas tentang ketiga saudara Burlian ini, setelah saya selesai membaca tiga buku lainnya Eliana, Pukat dan Amelia.
“Kau sejak dilahirkan memang sudah berbeda, Burlian. Spesial…” (h. 1) Ya, Burlian adalah lelaki kecil kebanggaan Mamaknya, selalu dianggap berbeda dan spesial. Lalu apakah makna berbeda dan spesial tersebut membuat kakak dan adiknya cemburu? Tidak, Mamak dan Bapak selalu mengasihi anak-anaknya dengan adil. Sesuai porsinya, kakak dan adiknya pun memiliki kelebihan tersendiri di mata Mamak dan Bapak mereka.

Kamis, 09 Januari 2014

Cinta Pertama itu Relatif

Januari 09, 2014 0 Comments
Berbicara soal cinta pertama, semua muda-mudi pasti akan flashback ke masa lalu, tentang rasa-rasa yang pertama kali menggebu-gebu, tentang pertama kali hati tak kuasa berhenti bergetar, tentang senyum yang tak kuasa berhenti kala beradu tatap di depan cermin. Ah, cinta pertama itu memang indah sekali, seperti aku yang juga punya cinta pertama, kurasa wajar saja jikalau setiap insan punya cinta, namun permasalahannya ada yang bisa menahan dan ada yang tidak bisa menahan untuk mengungkapkannya.
Kali pertama rasa gila itu menyengatku, ketika darahku mengalir seerr seperti terjebak di lingkarang Roller Coaster, kala usiaku masih 14 tahun, yang tengah duduk di kelas tiga SMP, ibuku bilang itu hanya “Cinta monyet yang labil” tapi rasa inilah yang tak mampu aku tepis, rasa yang juga entah sebab apa aku mampu menjatuhkan hati pada pria bercelana abu-abu itu.

Kamis, 02 Januari 2014

Welcome Reztiva Photography ^^

Januari 02, 2014 0 Comments


28 Desember 2013, Reztiva resmi didirikan. Komunitas fotografi dari kru divisi Redaksi sub divisi Fotografer ini terdiri dari empat manusia unik. Unsur nama Reztiva juga merupakan inisial dari masing-masing orangnya. Reztiva (Rez, Tini, Veri, Asari). Juga dari masing-masing karakter yang berbeda. Jurusan yang berbeda, hanya satu yang sama. Lahir dari perut dunia tanpa kompromi, Dinamika.
Ya, kami bertemu di Lembaga Pers Mahasiswa Dinamika IAIN SU. Sebuah organisasi yang bergerak di bidang jurnalistik. Tanpa ayah, tanpa ibu, kami semua tumbuh dewasa atas kerasnya didikan diri kami sendiri, menjadi dewasa karena diri kami sendiri, bahkan menjadi besar karena usaha kami sendiri, sungguh tidak ada ayah dan ibu yang mendampingi di kala jatuh, tidak ada ibu yang meninaboboki di kala lelah. Kita punya kakak, abang, adik yang selalu kami sebut keluarga. Ya, keluarga. Hanya orang-orang yang memiliki jiwa kekeluargaan sajalah yang menganggap yang lain sebagai keluarga dan mampu bertahan di dunia tanpa kompromi ini. Sekali ini, rumah ini sungguh tidak memberikan ampun pada kompromi.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Merdeka Itu Ada di Sini

Agustus 31, 2013 1 Comments
Tidak akan ada habisnya jika kita membahas tentang kemerdekaan. Karena hakikat kemerdekaan adalah “Kebebasan” dan bagi mereka yang mengaku merdeka hanya mereka yang memang sudah merasa bebas tak terbelenggu. Belenggu? Mungkin jika ditanya pada masyarakat yang jauh di ujung mata dan jauh di ujung telinga, mereka akan mengatakan bahwa belenggu itu adalah kemiskinan yang nyata, mereka akan mengaku belum merdeka karena “perut” mereka terasa terusik. Bagaimana tidak? Itulah kenyataannya.
Dan tidak akan ada habisnya membahas soal koruptor yang melanglang buana di seisi kota, tidak akan pernah ada gunanya! tapi senyum kecil nan riang para bocah pingiran kota adalah kemerdekaan, bagi orangtuanya. Biarlah, pun itu yang seharusnya kita katakan pada mereka. Ambillah, ambil saja semua, jikalau tanah peninggalan nenek buyut kami mampu mengenyangkan perutmu, ambillah, tapi jangan ambil senyum mereka. Senyum bocah-bocah yang mampu menularkan virus riang bagi keletihan ibunya, menularkan semangat juang bagi retaknya tulang punggung ayahnya.

Senin, 12 Agustus 2013

Funland Micky Holiday, Wahana Liburan Penguji Adrenalin

Agustus 12, 2013 1 Comments
2013, ini tahun pertama dimana tidak ada namanya kunjungan keluarga untuk mendatangi saudara-saudara yang tinggal di kota Medan dan sekitarnya, setelah tahun-tahun kemarin hari raya selalu dihabiskan untuk menjelajahi rumah-rumah sanak saudara yang ada di Medan, mau itu saudara lebih tua ataupun saudara lebih muda, prinsipnya yang penting bersilaturrahmi. Berbeda dengan tahun ini, setelah papaku mengalami sakit yang tidak memungkinkan untuk berlalu-lalang keliling Medan, maka diputuskanlah kami hanya bertandang di rumah sendiri menanti tamu-tamu kehormatan.
Boleh dibilang sedih bila mengingat Tunjangan Hari Raya tahun kemarin dengan tahun ini, perbandingannya jauh banget, jangankan 1:10, bahkan lebih rendah dari itu, tidak ada perbandingan malah, tapi Alhamdulillah sudah bisa bertemu dengan idul fitri tahun ini, setidaknya masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan merasakan kemenangan setelah sebulan lalu terkungkung menahan diri, namun bukan berarti apa-apa yang ditahan di bulan lalu itu bisa dilakukan di bulan suci ini, justru setelah bulan Ramadhan berkah telah berlalu, kita harus bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Jumat, 09 Agustus 2013

(Penutupan) Hari-10; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Agustus 09, 2013 1 Comments
Dan inilah hari yang tak diinginkan namun sangat ditunggu-tunggu. 24 Juli 2013, hari dimana aku, Tari dan Dani harus pulang kembali ke Medan dan meninggalkan rutinitas selama di Desa Sukadame.
Pagi sekali usai tidur sebentar lepas shubuh, kami harus membereskan barang-barang kami. Karena pagi itu juga kami akan pergi menuju masjid Nursyakirin untuk mengikuti acara penutupan Safari Ramadhan yang diadakan Ad-Dakwah Sumut. Setelah selesai beres-beres termasuk terlebih dahulu membersekan kamar yang akan kami tinggalkan dan juga membersihkan rumah Karo yang selama sepuluh hari ini menjad itempat kami bernaung.

Kamis, 08 Agustus 2013

Hari-9; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Agustus 08, 2013 1 Comments
Alhamdulillah, sudah sampai di hari ke sembilan selama berada di desa yang kami sebut kampung ramadhan. Kenapa kampung ramadhan? Padahal di desa tersebut mayoritas non-muslim, bahkan muslimnya sangat sedikit sekali. Justru karena itulah, karena dengan minimnya masyarakat muslim di kampung ini, kami bangga menyebutnya kampung ramadhan. Bagaimana tidak, masyarakat di desa ini masih antusias dengan aktifitas-aktifitas yang mencerminkan bulan ramadhan, padahal di sekitar mereka bertebaran warung-warung makan non-muslim, bertebaran godaan-godaan lainnya yang bisa saja menggoda masyarakat muslim yang minim ini untuk meninggalkan kegiatan di bulan ramadhan.
Gelar kampung ramadhan ini juga didasari karena masih terasa sekali jiwa-jiwa muslim yang berpuasa, meski banyak anjing yang menggonggong liar sekali. Bahkan dengan antusiasnya masyarakat di kampung ini, terasa menutupi bahwa di kampung ini adalah minim muslim, bahkan terlihat seperti mayoritas muslim, itu semua karena kesolidaritasan mereka dalam membangun Islam.
Di tanggal 23 juli 2013 ini adalah hari terakhir kami untuk melakukan kegiatan di desa ini, terakhir buka bersama, terakhir sahur dan bahkan terakhir sholat tarawih bersama. Sedih sekali, tapi bagamanapun setiap pertemuan adalah perpisahan dan perpisahan adalah awal dari pertemuan. Dan aku percaya bahwa nanti aku, Tari, Dani dan seluruh keluarga di desa Sukadame akan bertemu lagi, dengan aktifitas yang wow daripada sepuluh hari ini.

Selasa, 06 Agustus 2013

[Resensi] Cerita Hujan; Selalu Ada Cerita di Balik Derasnya Karya Ginanjar Teguh

Agustus 06, 2013 0 Comments
Momen Tak Terlupakan Dikala Hujan Menjelma

Hujan Seperti Apa yang Kau Inginkan?
Judul: Cerita Hujan; Selalu Ada Cerita di Balik Derasnya
Penulis: Ginanjar Teguh Iman
Penerbit: Penerbit Antarnusa
Cetakan: I, 2012
Tebal: 120 Halaman
ISBN: 978-602-18405-0-4

Angin ingin memburu, membuat percikan deras hujan itu kini menampar-nampar kaca jendela. Beberapa percikan bahkan merembes masuk membentuk butiran lembut air menembus lapisan kaca yang tebalnya nyaris mendekati satu sentimeter dan membuat pandangan di luar menjadi kabur terkabut hujan. (Hujan, h. 13). Begitulah Ginanjar mendeskripsikan hujan, ketika percikan hujan menyinggahi jendela dan membuatnya buram hingga pemandangan di luar jendela akan terlihat kabur, hal ini merupakan peristiwa alamiah ketika hujan datang. Karena di setiap partikelnya yang jatuh ke bumi selalu ada cerita yang mustahil untuk diabaikan.
Ginanjar Teguh Iman dalam bukunya “Cerita Hujan; Selalu Ada Cerita di Balik Derasnya” bukan hanya sekedar menceritakan betapa hebatnya hujan yang mengguyur bumi, terlebih ia mendeskripsikan secara detail, apa-apa yang terjadi dikala hujan datang dan apa-apa yang terjadi dikala hujan pergi. Dan tidak ada yang paling mengasyikkan selain waktu antara fajar dan pagi, setelah malamnya dipenuhi hujan. Kita tahu itu apa. Laron! (Laron, h. 32). Jadi, kalau tiba-tiba petir menggelegar datang, maka cepat-cepatlah memeluk orang yang kita sayang sebelum hujan membawa ia lari (Takut Hujan, h. 49)

Senin, 05 Agustus 2013

Hari-8; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Agustus 05, 2013 1 Comments
Masih sama seperti sahur kemarin, kesiangan. Banyak faktor yang menyebabkan kesiangan, terlebih kenikmatan Allah memberikn tidur yang sangat nyenyak, dan Allah memberi kesanggupan dan cobaan karena kami adalah muda-mudi yang bisa bertahan dalam menjalankan ibadah puasa meski tidak melakukan ibadah sahur. Tapi insya Allah meskipun sahur lewat, sholat shubuh tidak boleh lewat.
Sebenarnya tidak mengapa bagi kami bila tidak sahur, namun ada rasa tidak enak pada Karo yang menampung kami di rumahnya, bahkan terbesit di dalam kepala rasa mencibir diri sendiri, di rumah orang kok bisa-bisanya kesiaangan. Tapi yam au gimana, toh itupun bukan mau kami. Meski begitu, kami harus tetap semangat menjalankan aktifitas seperti biasa, terlebih hari ini kami akan membantu Karo untuk memanen kunyit miliknya, setelah kemarin menyisihkan daun-daunnya terlebih dahulu.

Minggu, 04 Agustus 2013

Buka Puasa Bersama Exact-V Man 2 Model Medan Tahun 1434 H/2013 M

Agustus 04, 2013 0 Comments

Buka Puasa Bersama Exact-V di Rumah Irma
Lagi, setelah tahun lalu juga mengadakan acara yang sama yaitu buka puasa bersama. Tahun ini, 03 Agustus 2013 kembali diadakan buka puasa bersama yang di rumah si cantik Irma, dan tahun ini setidaknya lebih baik dari tahun lalu karena exacters bertambah, meski hanya beberapa wajah baru, namun meski bertambah wajah baru, ada wajah lama yang berkurang yaitu Qurozi. Rozi tidak bisa hadir karena ia sedang sakit demam berdarah, semoga sakitnya menjadi pelebur dosa-dosa dan semoga cepat sembuh, aammin.
Buka bersama tahun ini hanya dihadiri sebelas orang dari kelas XII IPA-5 stambuk 2010 yang sejak 2009 kami menyebut kelas kami dengan nama Exact-V, terlihat dari namanya pasti terkesan bahwa nama tersebut benarlah wadah segerombolan anak IPA dan huruf V menyatakan angka lima romawi yang melambangkan kelas kami yang ketika itu bertengger di kelas urutan kelima di jurusan IPA, namun sebenarnya nama exact itu merupakan singkatan dari EXpress your ACTion, kalimat itu menggambarkan bahwa anak IPA yang biasa dibanggakan orang bukan hanya sekedar tameng untuk saling membanggakan diri, namun juga harus sebagai media mengespresikan aksi nyata yang membawa pada keadaan yang positif.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Hari-7; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Agustus 03, 2013 1 Comments
Tidak sahur bukanlah alasan untuk tidak melaksanakan puasa, ‘kan? Terlebih tidak pernah ada satu manusia pun di muka bumi ini yang meninggal dunia karena puasa atau bahkan karena tidak sahur. Puasa itu merupakan obat penyembuh bagi orang-orang yang sakit, itu semua karena titik kesehatan manusia sebagian besar ada di bagian perut, jika perut dipuasakan maka insya Allah segala bentuk penyakit yang kita derita pasti akan sembuh.
Banyak faktor yang menyebabkan kita kesiangan sahur, seperti aku, Tari dan Dani, karena bergadang semalam, ditambah suasana malam yang super dingin, Allah memberikan kami kenikmatan tidur yang luar biasa nyenyaknya. Bahkan gonggongan anjing tetangga yang begitu garangnya saja serasa sangat merdu di telinga hingga terdengar seperti nyanyian nina bobok.  Atau bahkan alarm yang sudah dipasang tepat pukul 04.30 WIB pun tak terdengar lagi, padahal kami bertiga sama-sama memasang alarm, sungguh tidur yang menyenangkan. Berhubung Karo memang tidak puasa, makanya beliau juga tidak terbangun. Jadi, semalam apa tujuannya bergadang?

Jumat, 02 Agustus 2013

Hari-6; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Agustus 02, 2013 0 Comments
Memasuki hari ke-6 di 20 Juli 2013 ini banyak berkah yang sudah aku dapatkan, terlebih berkah bertemu teman-teman seperti Tari dan Dani. Meski aku dan Tari sudah empat semester bersama-sama, namun kali inilah kami melewati kegiatan bersama-sama sepuluh hari full, dan berteman baik dengan Dani, calon ustadz masa depan (*ceillaa). Pokoknya kami tim safari yang paling kompak deh.
Siang ini usai menyelesaikan semua kewajiban di rumah, kami berniat mengunjungi tim safari ramadhan yang ada di Sembahe, terlebih ingin merasakan mandi air dingin di Sembahe (maklumlah, belum pernah ke Sembahe). Kami berangkat sekitar pukul 10.00 WIB, kebayang deh ya panasnya pool, sudah lumayan lama menunggu angkutan umum di depan rumah yang memang lewatnya sesekali saja, jadi teringat angkutan umum di rumahku, karena di rumahku juga begitu, maklumlah rumahku juga di pedesaan, tapi sudah modern. Angkutan umumnya saja yang belum modern, dari dulu sampai sekarang hanya memiliki satu jenis angkutan umum, nunggunya harus ekstra sabar. Sama seperti di desa Sukadame ini, malah kami niat naik becak saja, tapi tak kunjung muncul juga tukang becak. Setelah lama menunggu, akhirnya datanglah seorang pria parubaya, mau apa dia?

Rabu, 31 Juli 2013

Hari-5; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Juli 31, 2013 0 Comments

Seperti biasa, seperti hari-hari sebelumnya gonggongan anjing menjadi alarm otomatis setiap sahurnya. Terlihat empat orang anak gadis tetap lelap berbalut kain gendong yang dipinjami karo untuk kami. Pagi itu dingin sekali, rasa-rasanya tidak ingin lepas dari dekapan kain gendong tersebut. Serasa ingin selalu mendekapnya. Tak perduli anjing bergonggong garang sekalipun, namun sahur tetaplah harus dijalankan meski dengan lauk jengkol sekalipun. Jengkol? Benarkah?
Terdengar suara televisi menyala, akhirnya kami berempat pun terbangun tanpa menghiraukan gonggongan anjing yang sebenarnya sudah membuat telinga kami kebal dan terbiasa. Terlihat Mak Kesha tengah menonton tv, ternyata tadi malam ban sepeda motornya bocor hingga tidak memungkinkan dia untuk kembali ke rumah dan mencari tambal ban pada malam hari dan mengharuskan dia untuk menginap mala mini dan sahur bersama kami.

Senin, 29 Juli 2013

Hari-4; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Juli 29, 2013 0 Comments
Memasuki hari ke empat di kampung ramadhan, semoga semakin banyak berkah yang kita dapatkan. Aamiin. Setelah semalaman tidur di masjid dengan dingin yang super menggigil, karena tidur hanyal beralaskan tikar, pun suasana tengah hujan deras, dan kemungkinan masuk angin sangat besar, sudah kuduga. Dampaknya terasa ketika aku bangun dari tidur pagiku usai sahur dan sholat shubuh. Ditambah lagi darah rendahku tidak ingin berkompromi denganku kala itu, jadi rindu sama mama. Rindu dimarahin.
Seperti tidak ingin melakukan kegiatan apapun, kepala mulai pusing, dan mataku mulai berkunang, entah memang benar ada kunang-kunang siang itu, yang pasti aku tidak bersemangat untuk beraktifitas apapun. Tap tentunya masih ada pangeran kitik Sukadame (kitik = kecil). Si Hamzah selalu bisa membuatku tersenyum, marah, dan juga tertawa. Terlebih aku sangat penyuka anak-anak kecil, Hamzah dan kakaknya si Nunun berhasil mengisi hari-hari kami begitu cerahnya, setiap hari berasa punya adik kandung sendiri, setiap pagi ibunya mengantarnya ke rumah Karo tempat kami tinggal. Dari kami membuka mata hingga mata terpejam kembali, Hamzah dan Nunun selalu hadir menemani hari-hari kami, sihiiiyy seperti belahan jiwa aja ah.

Minggu, 28 Juli 2013

Hari-3; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Juli 28, 2013 0 Comments
Alarm berdering nyaring tepat di samping telingaku, padahal sebenarnya tidak pun menggunakan alarm handphone, suara gonggongan anjing di sebelah rumah sudah cukup menjadi alarm yang pas untuk membangunkan semua rumah satu kampung. Dengan suasana malam yang dingin dikarenakan domisili Sukadame yang berada di atas gunung, kami bangun dengan bulu kuduk yang merindik, selain karena mendengar gonggongan anjing yang saling bersahutan, juga karena angin yang berhembus tanpa toleransi kehangatan sedikitpun.
Hanya kami bertiga yang melaksanakan sahur, Karo tidak ikut karena beliau sudah tidak sanggup untuk berpuasa karena umur yang sudah tua. Kami sengaja bangun sepupuh menit sebelum imsak. Karena sahur yang terlalu cepat bisa menyebabkan kami akan tidur kembali dan bisa saja sholat shubuh jadi terlewat karena ketiduran, itu pun juga sudah menjadi sunah rasul, bahwa memperlama sahur itu lebih baik.

Hari-2; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Juli 28, 2013 0 Comments
Fajar yang menyingsing membawa para tim safari ramadhan di hari-2. Setelah tadarus bersama selepas shubuh, diikuti dengan tradisi lama yang tak pudar oleh masa, yaitu tidur kembali. Sudah kodradnya manusia, kalau tidak ada kerjaan selepas tadarus, ya apalgi mau dikerjain selain tidur. Tadarus usai pada pukul 06.30 WIB, setelah itu tidak ada manusia pun yang berdar di dalam masjid Nur Syakirin, semuanya melanjutkan tidur yang tertunda, termasuk aku. Meski pepatah mengatakan bahwa tidak boleh tidur selepas shubuh, karena akan ditakutkan rezeki akan dipatuk ayam, tapi kami tetap saja tidur, zzzZzZZz
Setelah beberapa jam terbawa dalam dunia mimpi, yang ketika bangun menyebabkan pusing kepala. Ya, tidur lepas shubuh itu akan menyebabkan pusing kepala, entah sebabnya. Kami pun bergegas mandi untuk meluncur ke desa yang akan menjadi tempat kami berdakwah selama Sembilan hari ke depan. Sudah ada Ramadhani yang menunggu sendiri di sana, kebetulan kemarin dia mengirimkan pesan pada kak Faiz untuk dikirimkan beberapa tim untuk menemaninya. Hehe, ternyata pria itu juga tidak betah sendirian di kampung orang.

Jumat, 26 Juli 2013

Hari-1; Sepuluh Hari Mencari Berkah di Kampung Ramadhan

Juli 26, 2013 0 Comments
2013 Masehi, 1434 H. Ini tahun pertama aku memberanikan diri menjadi musafir yang hijrah untuk seutas berkah dan ridho dari Illahi. Setelah tahun lalu aku tak mendapat izin dari mamaku untuk tidur di rumah orang, dengan alasan yang sangat klasik sekali, yang sejujurnya malu untuk aku ungkapkan jika teman-temanku menanyakan alasanku untuk tidak ikut Safari Ramadhan tahun lalu. “Tidur di rumah orang itu bahaya loh Nak, ntar pasti banyak nyamuk. Apalagi Nesya kan punya alergi kulit, kalau di desa gitu pasti mandinya di sungai ‘kan.” Dan blablabla.. karena memang kebetulan tahun lalu aku lagi sakit, jadi tidak diizinkan untuk ikut. Begitulah seorang ibu, ada saja alasan untuk melindungi buah hatinya, meski sang anak sudah hampir kepala dua.
Tahun ini aku berangkat bersama rombongan para jurnalis kampus dari Lembaga Pers Mahasiswa Dinamika IAIN Sumatera Utara. Karena masih bernaung di bawah atap organisasiku inilah, aku mendapat izin dari mamaku. Awalnya banyak dari kru pers yang berminat untuk ikut, bahkan hampir 50 kru, namun dengan berbagai alasan, banyak yang berguguran, kemauanku hampir ciut, namun kuperbaiki lagi niatku untuk ikut safari ramadhan yang merupakan program kerja Ad-Dakwah Sumut ini, aku niat karena Allah ta’ala, bukan karena ikut-ikutan, atau karena sekedar cari pengalaman. Apalagi mendengar pernyataan Pemimpin Umum Lembaga Pers Mahasiswa Dinamika IAIN Sumatera Utara yang sudah terlebih dahulu terjun menjadi tim safari ramadhan tetap di Ad-Dakwah yaitu Siti Nur Jannah Tbn, bahwa banyak di daerah terpencil yang membutuhkan ilmu kita, bahkan mereka banyak yang belum mengenal Rasulullah SAW, miris sekali. Bukan hanya diikuti oleh mahasiswa IAIN SU khususnya organisasiku, namun juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di IAIN SU, UMSU dan juga UISU.

Kamis, 11 Juli 2013

Rucuh; Minuman Sehat Kaya akan Serat

Juli 11, 2013 1 Comments
Oleh: Rezita Agnesia Siregar
Alhamdulillah, akhirnya ketemua juga dengan 1 Ramadhan 1434 H, puji syukur pada Allah SWT. Mengawali hari di bulan puasa ini, saya atas nama pribadi Rezita Agnesia Siregar, memohon maaf kepada seluruh pengunjung blog saya, semoga segala amal kita diterima dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi aamiin.
Di hari pertama di bulan penuh berkah ini, saya akan berbagi menu berbuka puasa, dengan bahan dasar Kuini, buah yang kaya vitamin C dan dengan harumnya yang semerbak, siapa yang tidak tergoda dengannya. Tentunya sebelum menyantap makan-makanan yang berat, ada baiknya menyeduh minuman yang kaya akan serat, seperti Rucuh. Saya juga tidak menahu kenapa nama minuman lezat ini diberi nama Rucuh, yang pasti minuman ini sedikit banyaknya bisa mengganjal perut sebelum melaksanakan sholat maghrib.
Bahan dasarnya adalah:
  • Kuini beberapa buah (sesuai selera)
  • Semangka
  • Cabe merah
  • Santan
  • Gula dan garam
Prosedurnya: