Sabtu, 29 Mei 2021

Ini Perbedaan antara Rapid Test Antibodi dengan Rapid Test Antigen

 

Virus corona hingga kini menjadi salah satu virus berbahaya yang mematikan dan perlu diwaspadai. Untuk mendeteksi tubuh seseorang terkena virus corona atau tidak, kini ada berbagai macam test yang dilakukan. Mulai dari rapid test, hingga swab maupun PCR test. Sesuai dengan namanya, rapid test merupakan pemeriksaan atau test yang cepat. Hal ini lantaran rapid test bisa memberikan hasil pemeriksaan yang lebih cepat dibandingkan dengan jenis pemeriksaan lain, serta harganya lebih terjangkau.


Pemeriksaan rapid test ada dua macam, yaitu rapid test antibodi dan rapid test antigen. Keduanya memiliki sedikit perbedaan. Bagi Anda yang hendak melakukan rapid test di rumah atau di klinik maupun rumah sakit, ada baiknya mengetahui perbedaan antara dua jenis rapid test tersebut. Berikut akan dijelaskan sedikit mengenai perbedaannya, yaitu:

 

  1. Rapid test antibodi.

 

Rapid test antibodi menjadi pemeriksaan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Kelebihan pemeriksaan rapid test antibodi adalah hasilnya yang cepat keluar. Metode pemeriksaan ini akan mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG yang mana diproduksi oleh tubuh ketika melawan virus corona. Antibodi akan terlihat ketika seseorang mengalami paparan virus corona pada tubuhnya.

 

Namun yang perlu diketahui, antibodi di dalam tubuh biasanya akan terbentuk dalam waktu yang cukup lama. Mulai dari hitungan hari hingga minggu. Sehingga melakukan pemeriksaan rapid test antibodi dinilai kurang begitu efektif untuk mendeteksi keberadaan virus corona pada tubuh seseorang. Adapun cara pemeriksaan pada rapid test antibodi adalah dengan cara mengambil sedikit sampel darah dari ujung jari, kemudian diteteskan pada alat rapid test. Selanjutnya akan ditambahkan cairan untuk menandai antibodi di tempat yang sama dengan darah yang diteteskan tadi.

 

Untuk rapid test antibodi banyak dikatakan jika kurang efektif dalam mendeteksi corona. Terutama jika test dilakukan terlalu dini, yang mana bisa menghasilkan negatif palsu. Hal ini dikarenakan pada tubuh manusia rata-rata sistem kekebalannya memerlukan waktu 1-2 minggu untuk membentuk antibodi terhadap serangan antivirus. Sehingga meskipun seseorang sudah terinfeksi suatu virus corona, tetapi virus yang ada dalam tubuhnya belum bisa terdeteksi akibat tubuh belum memproduksi antibodi.

 

  1. Rapid test antigen.

 

Pada rapid test antigen untuk proses pemeriksaan akan mendeteksi antigen atau protein yang bisa membentuk badan virus penyebab COVID-19. Pemeriksaan rapid test jenis ini dinilai lebih akurat dibandingkan dengan rapid test antibodi. Bahkan cukup akurat untuk mendeteksi pada seseorang yang sudah terinfeksi virus corona.

 

Sehingga untuk rapid test antigen tidak disarankan sebagai pemeriksaan awal. Karena untuk pemeriksaan awal dengan rapid test antigen adalah 30% saja. Untuk melakukan pemeriksaan rapid test antigen menggunakan cairan yang dari hidung dan tenggorokan dengan melalui swab. Untuk hasil pemeriksaannya bisa diketahui dengan cepat seperti pada rapid test antibodi.

 

Itu tadi sedikit informasi mengenai perbedaan antara rapid test antibodi dengan rapid test antigen. Untuk melakukan rapid test, sekarang banyak sekali klinik, rumah sakit, maupun layanan kesehatan online yang melayani. Aido Health menjadi salah satu aplikasi kesehatan online yang bisa Anda tuju untuk mendapatkan layanan kesehatan secara online dengan mengaksesnya melalui gadget saja. Anda bisa memesan layanan kesehatan yang diperlukan, seperti rapid test, test serologi, swab PCR, fisioterapi, dll.

 

Nantinya dari pihak Aido Health akan mengirimkan tenaga kesehatan terlatih yang datang ke rumah Anda. Sehingga Anda tidak perlu repot-repot datang ke rumah sakit. Jadi jika Anda takut datang ke rumah sakit di kala pandemi corona seperti saat ini, maka bisa melakukan rapid test di rumah dengan menggunakan layanan kesehatan dari Aido Health.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar