Jangan Salahkan Januari, Sayang

05.32.00


Malam berangsur pergi, berganti pagi yang semakin meninggi. Gumpalan Awan menimpali langit, embun-embun di ujung daun tergelincir hilang bersama sengatan mentari. Bersama sejuknya pagi di tanggal 29 Januari 2014 hari ini, aku enggan sekali membuka mata. Bukan apa-apa, aku takut sekali masa lalu menyergapku, takut sekali debu-debu masa lalu itu menerpa mataku, bisa saja mataku peri lalu mengeluarkan air mata. Ah, kenapa aku harus tersadar bahwa hari ini adalah tanggal 29 Januari. Hei, kalian tahu kawan ada apa di hari ini?
Aku bukan hanya mempermasalahkan tanggal 29 Januari di hari ini, terlebih aku akan membahas tentang JANUARI. Kenapa? Entah kenapa beberapa tahun terakhir Januari selalu membawa kesedihan. Padahal bulan ini adalah liburan semester ganjil, tapi bukan seperti liburan, fisikku saja yang libur belajar, otakku penuh dengan puing-puing masa lalu. Ah malang sekali, kenapa pula aku harus sibuk memikirkan masalah lalu yang tak berpihak kepadaku.

Kawan, ini tentang cinta. Cinta yang gugur di Januari. Pria yang lahir di Januari itu empat tahun ini berhasil mencuri separuh hatiku. Hei, seharusnya hubungan ini sudah berlangsung selama  empat tahun enam bulan, tapi yah mau gimana lagi, aku hanya bisa mengenang dia yang telah membawa lari hatiku.
Hari ini terik sekali, gerah. Sama halnya seperti isi kepalaku yang gerah sekali, kenapa pula aku harus menuliskan cerita ini, itu kan hanya akan membuatku sulit melupakan masa lalu. Yah, tidak mengapalah, masa lalu itu bukan untuk dilupakan, berdamai sajalah. Yup, aku masih harus belajar berdamai dengan keadaan.
Kelahirannya di tanggal 13 Januari terkadang membuatnya menjadi paranoid, takut sekali kesialan yang dieluh-eluhkan banyak orang terjadi padanya. Sejak pertengkaran antara kami yang bertahun-tahun terjadi di bulan Januari, bertahun-taun juga hubungan ini bubar lalu kembali lagi, bubar lagi kembali lagi, begitu terus setiap tahun di Januari. Tapi tidak dengan tahun ini, di Januari kali ini aku pastikan tidak akan ada lagi hati yang dipermainkan. maaf. Karena itu, Dia semakin percaya saja dengan keburukan tanggal lahirnya, apalagi JANUARI-nya. Aku tahu Dia benci sekali.
Kalian tahu kawan, aku tidak mengucapkan selamat ulangtahun padanya di hari ulangtahunnya kemarin. Aku takut sekali, kawan. Aku takut sekali jika ucapan dariku akan terkesan memberikan harapan padanya setelah aku memutuskan untuk tidak bersama lagi. Sudahlah, aku lebih memilih untuk berdiam diri. Biarkan saja angin yang mengabarkan padanya bahwa aku selalu mendoakannya.
Aku tahu sekali, lelaki pemilik tanggal lahir 13 Januari itu pasti tengah memutar berulang-ulang lagu Glen Fredly yang berjudul Januari. Hei kau, sudahlah, kau tidak usahlah menyalahkan Januari, tidak usahlah menyalahkan tanggal lahirmu. Kita hanya belum pantas saja menjalin sebuah hubungan yang belum waktunya. Sabar sajalah, kau pasti akan menemukan gadis lain yang lebih pantas untukmu. Tapi tidak akan ada yang lebih manis dariku. Aduhai, kau kan yang selalu mengatakan aku manis, bagaimana mungkin ada wanita lain yang lebih manis dariku.
Hei, aku ingin menyampaikan sesuatu. Bukan tentang hubungan kita. Aku hanya ingin menyampaikan. Kemarilah, dekatkan telingamu… Selamat Ulangtahun, Happy Failed Anniversarry. Lelakiku. Aku merindukanmu. Sekali lagi, Jangan Salahkan Januari, Sayang.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Karena gonta-ganti template. Semua komentar di post ini hilang. Silahkan tinggalkan komentar ya ^^ Terimakasih untuk komentar anda di postingan ini :)

    BalasHapus

Subscribe