Anni(LO)VErsarry on 29 July with My Bee ^^

17.57.00

Hasil buah tangan Yusuf Gunawan ni ^^
Tidak terasa, sepertinya baru kemarin aku mengabadikan peristiwa penting 29 Juli di dalam buku The Moment terbitan FastWord Publishing. Dan hari ini aku berkewajiban lagi mengabadikannya dalam Dumay (Dunia Maya). Jika peristiwa tahun lalu aku ungkapkan dalam bentuk cerpen, kali ini aku mau ungkapkan dalam bentuk curhatan liar, *huhu. Meski sebenarnya bukan genre-ku sih. Aku lebih suka menulis romantis, apalagi kisah manis seperti hari ini.
Dan masih sama seperti paragraf awal tulisanku di tulisan The Moment, bahwa selalu ada ricuh sebelum ada damai. Dan terjadi lagi, hal-hal kecil yang selalu dibesar-besarkan, hanya karena ada teman pria mengirim pesan padaku, padahal hanya sekedar curhat. Cemburu liar yang membuatku gerah, secara aku ini kan baik hati, selalu menjadi pendengar yang baik bagi teman-temanku, Yuuuhuu. Karena puasa, yaah sabar-sabar deh nunggu bedug aja marah-marahnya (padahal sudah marah luar biasa kemarin itu) dan kira-kira seperti itulah pertengkaran kecilnya, tidak usah dilanjutkan deh, sayang banget pria sebaik Yusuf Gunawan aku sesumbar di dumay.
Ada satu kalimat yang aku ingat “Lihatlah, hujan serasa ikut menari riang bersama kita.” Kata pria yang biasa aku sebut Awan ini. Dia tahu kalau aku pecinta hujan, cinta sekali. Rasa-rasanya kemarin ingin sekali ikut menari riang bersama hujan, tapi sepertinya tidak mungkin melajukan sepeda motor di bawah rinai hujan yang deras, terlebih sedang dalam keadaan puasa.

Setelah berteduh dari lemparan butiran-butiran dari langit, kami kembali melaju. Eh, seingatku 29 Juli 2012 tahun lalu juga diguyur hujan, sepertinya hujan juga mencintaiku. Benar, aku juga tulis itu dalam cerpenku yang aku beri judul “Firasat” di buku The Moment (FastWord Publishing, 2013) (*yang penasaran ayo silahkan diorder ^^) aku juga mengabadikan si pria manja ini dalam bukuku yang lain yaitu I, You, We & They, Semua Bisa Jadi Pahlawan (Goresan Pena Publishing, 2012) dan Choco-Love, The Story of Chocolate (Meta Kata, 2013).
Niat hari ini tidak seperti tahun-tahun lalu, seperti tiga kali 29 Juli lalu lalu, yang kami habiskan untuk liburan dalam satu hari penuh. Berhubung ini bulan puasa, jadi kami hanya berniat untuk berbuka puasa. Pun Awan sudah rela cuti kerja satu hari demi sebuah kenangan manis yang selalu kami rayakan  saban tahun, bahkan juga saban bulan.
Kami mulai dari rumah sekitar pukul 15.00 WIB, itupun masih tanpa tujuan. Dan yang aku tahu Awan selalu bilang begini “Kemana aja deh, yang penting sama kamu.” Walah walah… dan aku paling benci seperti ini. Hingga akhirnya waktu hanya dihabiskan untuk berkompromi soal tempat yang baik untuk ngabuburit, selagi nunggu berbuka puasa. Hingga akhirnya jatuhlah pilihan untuk ngabuburit di taman. Apa tujuannya? Yaaa, palingan foto-foto, apalagi? Haha.
Memasuki waktu wajib untuk stay di tempat untuk menunggu waktu berbuka puasa. Lagi-lagi tidak tahu harus berbuka puasa dimana, dia pengen ke ayam penyet Rahmat, aku pengen ke ayam penyet Al-Baik. Memang sih, penggemar ayam penyet Rahmat itu bejibun banyaknya, bahkan parkirannya saja sudah menutupi bahu jalan. Tapi kita kan sudah sering sekali makan di situ. Padal Al-Baik dan Rahmat posisinya itu depan-depanan loh, hanya dipisahkan oleh jalan raya. Tapi perbedaan peminatnya itu luar biasa jauhnya. Bisa dibilang 1:10 deh. (okeh, stop nyeritan tempat).
Nah, karena laki-laki harus mengalah pada perempuan. Akhirnya duduklah kami di Al-Baik. Setelah pesanan ayam penyet nyinggah di depan mata, langsung deh disantap (sebenarnya sih sudah kenyang karena makan perdebatan *ehh) lah yasudah dimakan saja, daripada mubazir. Sembari aku makan, si abang ini tidak juga memasukkan makanan itu ke mulutnya. Malah main-main sama sambal ulek yang biasa dimakan barengan dengan ayam penyetnya. Tahu-tahu sudah jadi aja nih, gambar beginian.
Yuhuuuu ulalala. Berani kotor itu benar-benar baik deh ya. Lumayanlah hasilnya, bisa tuh juara satu lomba desain makanan anak-anak (*Viss bee) tapi aku suka-suka, suka banget malah. Layaknya punya balita nih, selalu ada kejutan baru (*vis lagi) tapi kamu tahu aja deh kalau aku suka surprise. Selesai makan, aku dikasih kejutan lagi, kejutan yang tak pernah aku duga seumur usai perjalanan kisah kami.
Kalung pemberian My Bee ^^
Ini dia, dikasih kalung. Sebenarnya, kalau masalah kasih mengasih hadiah itu bukan masalah yang khusus lagi. Toh tiap hari selalu ada hadiah buat aku, juga buat dia. Tapi berhubung hari ini merupakan hari spesial bagi aku dan dia, jadi benar-benar harus diabadikan nih, tapi kalau aku mengabadikan semua hadiah dari dia di dumay, bisa-bisa postinganku dalam sebulan bisa ratusan yak huhu. Jadi serasa penerimaan mahar euy :P Setelah aku tanyakan kenapa ngasihnya kalung. Jawabannya tepat deh “Kan selama ini kita enggak pernah ngebahas soal kalung. Jadi berinisiatif ngasih hadiah yang enggak pernah kita perbincangkan sebelumnya.” Itu deh alasannya.
Benar juga sih, karena aku selalu pakai kerudung kemana-mana, jadi tidak pernah berminat pakai kalung. Tapi kali ini harus diminat-minati. Dan sekarang kalungnya harus dipakai setiap saat, itu pesan dia. Insya Allah. Yang terpenting semakin dewasa aja deh dalam periode 29 Juli 2009-29 Juli 2013 ini, semoga semoga impian impian dalam segala resolusi tercapai. Aamiin.
Anni(Lo)versarry on 29 July 2013 Dear, longlast, keep romantic and blablabla aamiin aamiin. semoga semakin banyak cinta, jauh dari jenuh. Karena musuh terbesar dalam suatu hubungan adalah mengatasi rasa Jenuh yang luar biasa susah sekali untuk dihilangkan, termasuk aku. Menjalin hubungan selama empat tahun itu, berjuta rasanya, tangis dan tawa selalu sama-sama. seperti lirik lagu lawas itu "Sepanjang jalan kenangan kita selalu bergandeng tangan." dan harusnya kisah ini aku abadikan jadi sebuah Novel. itu sih saran teman-temanku.
Meski sebenarnya, dalam kisah ini banyak hari yang terbuang sia-sia. Seperti dalam postinganku Hari Ini Setahun Yang Lalu, ketika itu dalam waktu sebulan aku menjalin hubungan “aneh” pada seorang pelaut odong. Dan itu aku anggap hanya sekedar BREAK sama abi, jadi 29 Juli itu tetap ADA meski berkurang satu bulan atau bahkan lebih.


            

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe